Wagub Johni Asadoma Ajak Pemuda Katolik Jadi Motor Kemandirian Ekonomi NTT

oleh -1951 Dilihat
Wagub NTT Pose Bersama Pengurus Pemuda Katolik Komda NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) NTT di Hotel Sahid T-More Kupang pada Sabtu (21/8/2025). Rakerda yang mengusung tema “Optimalisasi Organisasi Berbasis Potensi Kader Menuju Kemandirian” ini dihadiri perwakilan dari 22 kabupaten/kota se-NTT.

Dalam sambutannya, Wagub Johni menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTT terhadap kiprah Pemuda Katolik. Ia menilai tema Rakerda kali ini sangat relevan, menekankan pentingnya kemandirian organisasi yang bertumpu pada kemandirian kader.

“Kemandirian kader tidak mungkin dicapai tanpa keberanian masuk ke ruang-ruang ekonomi, sosial, dan kewirausahaan. Saya mengajak Pemuda Katolik untuk menjadi pelopor dalam menciptakan lapangan kerja, usaha kreatif, serta memperkuat ekonomi lokal,” tegasnya.

Johni juga menekankan tiga peran strategis yang bisa diambil Pemuda Katolik, yakni menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi masyarakat serta menyebarkan konten positif di media sosial, menghadirkan solusi kontekstual atas persoalan sosial-ekonomi di akar rumput, serta mendorong inovasi kewirausahaan berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, pemerintahan Melki–Johni tengah berupaya membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi komunitas, termasuk Pemuda Katolik, dalam program-program unggulan seperti NTT Mart, Dapur Flobamorata, One Community One Product, hingga Gerakan Beli NTT.

“Bayangkan jika di setiap kabupaten/kota ada satu usaha produktif yang dikelola kader Pemuda Katolik berbasis potensi lokal, organisasi ini akan menjadi motor penggerak ekonomi NTT,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Johni juga mengapresiasi semangat kolaborasi lintas iman yang diusung Pemuda Katolik. “Ini adalah modal penting memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.

Ketua Umum Pemuda Katolik Indonesia, Stefanus Asat Gusma, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa NTT merupakan “Etalase Politik Kristiani” dengan posisi strategis secara nasional. “Kekuatan kita ada pada kolaborasi. Kita perlu mengklaster potensi wilayah dan profesi agar peran Pemuda Katolik semakin terasa dan berdampak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang dan BNI Bahas Kerja Sama Digitalisasi dan Pengelolaan Sampah

Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuven Tukung, menekankan bahwa Rakerda ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menjahit semangat perjuangan dan menunjukkan eksistensi kader.

“Ini momentum menyusun fondasi gerakan ke depan. Rakerda harus menghasilkan langkah strategis membangun bersama pemerintah dan berjalan bersama masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Rakerda, Klemens Ola, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus perencanaan strategis untuk memperkuat kapasitas kader Pemuda Katolik agar mampu menjawab kebutuhan zaman dengan tetap berlandaskan nilai-nilai iman.

Rangkaian kegiatan Rakerda dimulai dengan Misa Pembukaan dan dilanjutkan dengan seminar selama dua hari (21–22 Agustus 2025). Hadir pula Staf Ahli Menteri KKP RI Viktor Gustaaf Manoppo, Staf Ahli DPR RI Defor Nasareno Lakapu, Kepala Bapperida Provinsi NTT Alfonsus Theodorus, Vikjen Keuskupan Agung Kupang RD Krispinus Saku, serta sejumlah tokoh agama dan organisasi kepemudaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.