Bank Indonesia Optimisme Konsumen NTT Tetap Terjaga di Tengah Moderasi Juni 2026

oleh -85 Dilihat
Flayer IKK Juni 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juni 2026 menunjukkan bahwa optimisme konsumen di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terjaga meskipun mengalami moderasi dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juni 2026 tercatat sebesar 124,33. Angka ini masih berada pada level optimis (di atas 100), meski lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 131,67.

“Keyakinan konsumen di NTT tetap kuat dan berada di zona optimis, meskipun terdapat penyesuaian atau moderasi dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini pada Juni 2026 tercatat sebesar 117,33, juga mengalami penurunan dari Mei 2026 yang sebesar 122,00. Moderasi ini terutama dipengaruhi oleh penurunan pada beberapa komponen utama, seperti penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan pekerjaan. Namun, konsumsi terhadap barang tahan lama (durable goods) justru mengalami peningkatan.

Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk enam bulan ke depan tetap menunjukkan optimisme dengan capaian sebesar 131,33, meski lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 141,33. Penurunan ini dipengaruhi oleh tertahannya optimisme konsumen pada sejumlah aspek, antara lain perkiraan kegiatan usaha, penghasilan, serta ketersediaan lapangan kerja ke depan.

Bank Indonesia juga mencatat bahwa pola pengeluaran masyarakat masih didominasi oleh kebutuhan konsumsi. Dari total penghasilan responden, sebesar 58,26 persen digunakan untuk konsumsi. Sementara itu, 22,24 persen dialokasikan untuk tabungan, dan 19,5 persen digunakan untuk pembayaran cicilan atau pinjaman.

Hasil survei ini didasarkan pada 100 responden di wilayah NTT, khususnya Kota Kupang, dan mencerminkan kondisi serta persepsi konsumen terhadap perekonomian saat ini maupun ke depan.

Bank Indonesia menilai, meskipun terjadi moderasi, tingkat keyakinan konsumen yang tetap berada di zona optimis menjadi sinyal positif bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.