Bank NTT Dapat Suntikan Modal Rp30 Miliar, Komisi III Dorong Kinerja dan Kontribusi PAD

oleh -93 Dilihat
Komisi III DPRD NTT Dukung Rencana Pemprov NTT Tambah Penyertaan Modal Rp30 miliar ke Bank NTT. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Komisi III DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan dukungan terhadap rencana Pemerintah Provinsi NTT untuk menambah penyertaan modal sebesar Rp30 miliar kepada Bank NTT. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat kinerja Bank NTT sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPRD NTT dan jajaran manajemen Bank NTT yang berlangsung pada Rabu (22/7/2026). Rapat tersebut dihadiri Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, serta Direktur Kepatuhan, Revi Adiana Silawati.

Usai rapat, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menjelaskan bahwa pihaknya diminta memaparkan kinerja perusahaan serta rencana pemanfaatan tambahan modal dari Pemprov NTT.

“Hari ini kami dipanggil Komisi III DPRD NTT untuk menjelaskan performa Bank NTT selama ini, sekaligus rencana pemanfaatan tambahan penyertaan modal sebesar Rp30 miliar,” ujarnya.

Charlie mengungkapkan, tambahan modal tersebut akan difokuskan pada penguatan infrastruktur pelayanan. Di antaranya melalui pembangunan kantor cabang baru di Borong dan Oelamasi, serta revitalisasi sejumlah kantor cabang yang dinilai sudah kurang representatif.

“Kami akan membangun kantor baru di Borong dan Oelamasi. Selain itu, beberapa kantor cabang akan direvitalisasi agar tampil lebih baik dan mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain infrastruktur, Bank NTT juga akan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan serta penguatan budaya kepatuhan menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan perusahaan.

“Kami ingin meningkatkan kemampuan pegawai dalam memberikan pelayanan. Budaya kepatuhan terhadap seluruh peraturan juga terus diperkuat agar tata kelola perusahaan semakin baik,” tambahnya.

Charlie juga menekankan pentingnya jiwa kewirausahaan bagi para pimpinan cabang. Menurutnya, setiap pimpinan cabang harus mampu melihat peluang bisnis sesuai potensi daerah masing-masing guna mendorong pertumbuhan usaha Bank NTT.

BACA JUGA:  Kejati NTT Sita Rp 108 Juta Terkait Kasus Dugaan Korupsi MTN Bank NTT

“Pimpinan cabang harus kreatif melihat peluang bisnis di wilayahnya, sehingga bisa menghadirkan inovasi untuk mengembangkan bisnis Bank NTT,” katanya.

Untuk tahun 2026, Bank NTT menargetkan dapat menyetor dividen kepada Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp37 miliar.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT, Kristoforus Loko, menyatakan bahwa hampir seluruh anggota Komisi III sepakat mendukung rencana penyertaan modal tersebut.

Menurutnya, tambahan modal sangat diperlukan agar berbagai rencana bisnis yang telah disusun dapat direalisasikan tepat waktu.

“Hampir semua anggota Komisi III DPRD NTT bersepakat bahwa dukungan penyertaan modal sebesar Rp30 miliar diperlukan supaya berbagai rencana bisnis yang sudah dirancang manajemen Bank NTT bisa dieksekusi pada waktunya,” ujarnya.

Ia berharap, dengan tambahan modal tersebut, Bank NTT semakin memperkuat perannya sebagai badan usaha milik daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD.

“Kami optimistis dengan kinerja yang terus berkembang, target dividen sebesar Rp37 miliar kepada Pemerintah Provinsi NTT pada tahun 2026 dapat tercapai,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.