Dari Es Krim Kulit Pisang Belu hingga Donasi Gempa, FCE 2026 Dorong UMKM NTT Naik Kelas

oleh -73 Dilihat
BI NTT Gelar Kegiatan Sasando Dia SAnte-SANte Duduk ba Omong deng meDia pada Selasa, 22 September 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 kembali menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan kreativitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan digelar pada 2-4 Oktober 2026 di halaman Lipo Plaza Kupang.

Mengusung tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”, kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTT ini tidak hanya menampilkan produk unggulan daerah, tetapi juga mendorong UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar dan menciptakan nilai tambah dari potensi lokal.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan FCE telah dilaksanakan sebanyak lima kali. Setiap pelaksanaannya, kegiatan tersebut terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai potensi kreatif masyarakat NTT, mulai dari tenun, kopi hingga produk kuliner.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam FCE 2026 adalah produk es krim berbahan kulit pisang dari Kabupaten Belu.
Menurut Adidoyo, inovasi tersebut menunjukkan bahwa bahan lokal yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikembangkan secara kreatif.

“Kami ingin UMKM menjadi naik kelas di NTT. Kita ingin meningkatkan kapasitas UMKM yang ada. Untuk ekonomi naik kelas dan bergaya, maka UMKM-UMKM diperkuat,” ujar Adidoyo dalam kegiatan Sasando Dia SAnte-SANte Duduk ba Omong deng meDia pada Selasa (22/9/2026).

Tak Sekadar Expo, Ada Kepedulian untuk Korban Gempa

FCE 2026 juga tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah untuk membangun kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana gempa.

Melalui FCE 2026, sebagian hasil penjualan produk UMKM akan didonasikan bagi masyarakat yang terdampak gempa di sejumlah wilayah Flores.

BACA JUGA:  Optimisme Konsumen NTT Mulai Tergerus! IKK Juli 2026 Turun dari 124,33 Jadi 118

Adidoyo mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk empati sekaligus upaya menggabungkan aktivitas ekonomi dengan aksi sosial.

“Kami juga berempati dengan saudara-saudara yang ada di Flores. Kami terus berinovasi, selain mendorong ekonomi NTT naik kelas juga memberikan bantuan kepada bencana,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep FCE tahun ini dirancang agar masyarakat dapat menikmati berbagai produk kreatif dan kuliner UMKM sekaligus ikut berkontribusi membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Dengan konsep tersebut, transaksi ekonomi yang berlangsung selama expo diharapkan memberikan manfaat ganda. Di satu sisi memperkuat pelaku UMKM, di sisi lain membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut membantu korban gempa.

“Harapannya adalah masyarakat bisa berdonasi kepada masyarakat di Flores. Kegiatan tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menarik bagi masyarakat, selain untuk meningkatkan ekonomi dan UMKM untuk naik kelas, bisa juga membantu saudara-saudara yang terdampak bencana gempa Flores,” jelas Adidoyo.

Dorong Produk Lokal Semakin Berdaya Saing

FCE 2026 juga membawa semangat “Flobamorata Bergaya” melalui beragam karya dan produk kreatif masyarakat NTT.
BI NTT berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kualitas produk, membangun jejaring usaha serta mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Dengan menggabungkan penguatan ekonomi kreatif dan aksi sosial, FCE 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pameran dan transaksi semata.

Lebih dari itu, FCE menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, BI, pelaku UMKM, masyarakat dan berbagai pihak untuk mendorong perekonomian NTT yang semakin berdaya, inovatif dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.