Dari Konsolidasi hingga Inovasi, GAMKI Sumba Raya Mantapkan Gerakan Orang Muda

oleh -666 Dilihat
Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Sinurat Didampingi Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo pada Acara Forum Konsultasi Regional GAMKI Sumba Raya. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Waingapu-Kehadiran Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Sinurat, di Sumba Raya dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menajamkan arah gerakan organisasi di tingkat regional.

Momentum tersebut dikemas dalam kegiatan Konsultasi Regional GAMKI Sumba Raya yang menegaskan bahwa berorganisasi harus dipahami sebagai peluang strategis, bukan sekadar beban struktural.

Dalam forum tersebut, Sahat Sinurat menekankan pentingnya menjadikan GAMKI sebagai ruang yang selaras dengan mimpi, cita-cita, dan kebutuhan riil kader. Menurutnya, organisasi tidak boleh terjebak pada rutinitas kelembagaan semata, tetapi harus relevan dengan tantangan dan masa depan orang muda.

“GAMKI harus menjadi ruang bertumbuh bagi kader. Organisasi ini harus menjawab kebutuhan nyata anak muda, bukan hanya berjalan sebagai struktur,” tegas Sahat.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pemetaan minat dan potensi kader GAMKI di Sumba Raya. Organisasi didorong untuk mengenali dan mengembangkan potensi kader di berbagai sektor strategis, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian dan peternakan, hingga minat politik serta profesi lainnya, agar pembinaan kader dilakukan secara terarah dan berdampak.

Ketua Umum DPP GAMKI juga menegaskan penguatan identitas GAMKI sebagai organisasi 3G, yakni gerakan pemikiran, gerakan advokasi, dan gerakan profesi. GAMKI diposisikan tidak hanya sebagai ruang diskursus gagasan, tetapi juga sebagai wadah penguatan kapasitas, advokasi kepentingan publik, serta pengembangan profesi kader.

Dalam konteks penguatan organisasi di Nusa Tenggara Timur, forum menyepakati tiga jurus utama pembangunan GAMKI, yaitu pengembangan kewirausahaan kader, adaptasi teknologi digital dalam seluruh aktivitas organisasi, serta inovasi yang digerakkan oleh orang muda sebagai spirit utama gerakan. Ketiga aspek tersebut menjadi payung kerja GAMKI di wilayah Sumba Raya dan NTT secara umum.

Konsultasi regional ini juga menegaskan pentingnya pelaksanaan pelatihan kader tingkat dasar dan menengah bagi GAMKI se-Daratan Sumba. Kaderisasi dipandang sebagai fondasi utama agar distribusi dan penempatan kader dapat dilakukan secara sistematis berdasarkan profesi, minat, dan talenta yang terdata dengan baik.

Selain agenda kaderisasi, forum juga membuka peluang tindak lanjut berbagai program nasional yang dapat diakses daerah. Program-program tersebut meliputi beasiswa pendidikan D3, S2, hingga S3 ke Tiongkok, kursus daring profesi hukum, fasilitasi KIP Kuliah, penguatan dan pengaktifan Balai Latihan Kerja (BLK) di Sumba Timur dan Sumba Tengah, serta dukungan bagi koperasi dan UMKM, termasuk advokasi proposal daerah di tingkat pusat.

Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa konsolidasi ini tidak boleh berhenti pada tataran formalitas organisasi.

“Konsolidasi ini bukan sekadar formalitas. Ini tentang membangun basis yang kuat untuk kaderisasi, ekonomi, dan inovasi anak muda Sumba. GAMKI harus hadir nyata di tengah masyarakat, bukan hanya lewat struktur organisasi,” ujar Winston.

Sebagai tindak lanjut konkret, GAMKI Sumba Raya menyepakati agenda kolaboratif seperti pembentukan Lembaga Advokasi dan Pelayanan Publik (LAPP), LBH GAMKI dengan layanan hukum gratis, pelatihan kader dasar dan menengah, pendirian koperasi GAMKI, serta pelatihan kreatif di bidang MC, multimedia, dan pengolahan pangan.

Forum Konsultasi Regional GAMKI Sumba Raya merekomendasikan pembentukan grup koordinasi GAMKI se-Sumba Raya dan penyelenggaraan pertemuan regional secara berkala setiap lima hingga enam bulan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan komunikasi, konsolidasi, dan eksekusi program secara berkelanjutan.

Melalui forum ini, GAMKI menegaskan komitmennya menjadikan Sumba sebagai basis penguatan kader, pengembangan ekonomi orang muda, serta inovasi gerakan yang adaptif terhadap tantangan zaman. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.