Forum Advokasi Kebijakan Publik di Kupang Soroti Kepuasan dan Harapan Warga terhadap Kepemimpinan Christian-Serena

oleh -773 Dilihat
Dosen FISIP Undana, Dr. Lorensius Siarani idampingi Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana Memaparkan Materi soal Kepemimpinan Transformasional Kepala Daerah: Refleksi Kepuasan dan Harapan Masyarakat terhadap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang”, di Resto dan Suba Suka Kupang pada Sabtu, 6/12/2025. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, menggelar Forum Advokasi Kebijakan Publik dengan tema “Kepemimpinan Transformasional Kepala Daerah: Refleksi Kepuasan dan Harapan Masyarakat terhadap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang”, di Resto dan Suba Suka Kupang pada Sabtu, (6/12/2025).

Forum ini menghadirkan Dosen FISIP Undana, Dr. Lorensius Siarani yang memaparkan hasil kajian dan refleksi atas persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan Kota Kupang.

Dalam pemaparannya, Dr. Lorensius menjelaskan bahwa secara umum masyarakat menilai gaya kepemimpinan Wali Kota, dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis saat ini cukup terbuka, responsif, dan komunikatif. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan besar yang harus segera ditangani secara serius.

“Salah satu perhatian utama masyarakat adalah soal keadilan distribusi pembangunan antarwilayah, pelayanan air bersih, pengelolaan sampah, serta infrastruktur dasar. Isu-isu ini sangat mempengaruhi persepsi publik terhadap kinerja dan kepemimpinan pemerintah kota,” jelasnya.

Selain itu, responsivitas pemerintah terhadap pengaduan masyarakat, transparansi, serta komunikasi publik yang efektif juga menjadi indikator penting dalam membangun tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat.

Dr. Lorensius juga menyoroti ketersediaan lapangan kerja, penguatan sektor UMKM, dan inovasi ekonomi sebagai pekerjaan rumah besar yang harus dijawab dengan kebijakan konkret dan berkelanjutan.

“Warga mengharapkan adanya konsistensi arah pembangunan, bukan kebijakan yang stagnan. Pemerintah perlu keluar dari zona nyaman dan menghadirkan terobosan nyata, terutama dalam pelayanan publik berbasis digital dan integrasi antarinstansi,” ujarnya.

Dari hasil diskusi dan survei yang dipaparkan, terdapat beberapa rekomendasi strategis, di antaranya:

BACA JUGA:  Tiga Nama Lolos Seleksi Sekda Kota Kupang 2025, Tinggal Tunggu Keputusan Wali Kota

Perluasan jaringan air bersih dan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas

Perbaikan infrastruktur dasar dan layanan kesehatan di wilayah pinggiran

Digitalisasi layanan publik dan integrasi SOP antar dinas

Penguatan komunikasi publik serta kehadiran langsung pimpinan dalam menangani persoalan warga

Dukungan konkret bagi UMKM dan penciptaan lapangan kerja


Forum ini juga mencatat bahwa meskipun Kota Kupang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan tekanan pertumbuhan penduduk, kecenderungan persepsi publik terhadap pemerintahan saat ini masih berada pada zona positif dan kondusif untuk mendorong transformasi.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog kritis antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengawal arah pembangunan Kota Kupang agar lebih berkeadilan, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan riil warga. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.