Gubernur Melki Buka Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di NTT, Tekankan Perlindungan dan Masa Depan Anak

oleh -212 Dilihat
Gubernur NTT secara Resmi Buka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 Tingkat Provinsi NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (25/7/2026).

Peringatan HAN ke-42 tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dan diikuti ratusan anak dari jenjang PAUD hingga SMA, yang hadir bersama orang tua dan guru. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjamin pemenuhan hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus.

Berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif turut memeriahkan acara, seperti senam bersama, permainan edukatif, hingga penyerahan bantuan secara simbolis oleh Gubernur. Bantuan tersebut meliputi Kartu Identitas Anak (KIA), pita LILA untuk skrining status gizi, buku bacaan, serta permainan edukatif.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset paling berharga bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, investasi terbaik saat ini adalah memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, perlindungan maksimal, dan kesempatan berkembang secara optimal.

“Seluruh anak-anak adalah masa depan daerah kita, NTT, sekaligus masa depan Indonesia. Nasib daerah dan bangsa kita sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita bina hari ini,” ujarnya.

Ia juga memotivasi anak-anak untuk membangun karakter sejak dini melalui kebiasaan positif, seperti rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, serta rajin berdoa.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki turut mengingatkan pentingnya implementasi kebijakan Jam Belajar Masyarakat yang diberlakukan setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA. Program ini diharapkan mampu membangun budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Saya mengajak seluruh anak-anak, orang tua, guru, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Jam Belajar Masyarakat, demi menyiapkan generasi NTT yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ajaknya.

Peringatan HAN 2026 di NTT tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga pengingat bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi penerus. Sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan anak-anak NTT yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi NTT Asti Laka Lena, Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Asadoma, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta berbagai pemangku kepentingan yang peduli terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.