Gubernur NTT Buka Road to FESyar 2026 dan Tutup SERAMBI NTT, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM

oleh -532 Dilihat
Gubernur NTT Melkiades Laka Lena Membuka Road to FESyar 2026 sekaligus Menutup SERAMBI 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, menghadiri kegiatan pembukaan rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 sekaligus penutupan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BI Provinsi NTT Kota Kupang pada Jumat (13/3/2026) sore.

Acara ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakso, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTT Muhammad S. Wongso, Wali Kota Kupang Christian Widodo, unsur Forkopimda, perbankan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang dinilai konsisten berperan aktif dalam mendukung stabilitas dan penguatan perekonomian daerah melalui berbagai program edukasi keuangan, penguatan literasi rupiah, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di NTT.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan SERAMBI NTT Tahun 2026 dalam rangka mendukung perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujar Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada umat Muslim di NTT.

Menurutnya, kegiatan SERAMBI memiliki arti penting tidak hanya dalam memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga dalam meningkatkan literasi keuangan serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Gubernur Melki juga memaparkan bahwa kondisi perekonomian Provinsi NTT saat ini masih berada pada jalur yang cukup baik. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi NTT pada Triwulan IV Tahun 2025 tercatat sebesar 5,34 persen secara tahunan (year-on-year), dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp148,37 triliun.

Sementara itu, tingkat inflasi pada Februari 2026 secara tahunan berada pada angka 3,42 persen yang menunjukkan kondisi ekonomi daerah relatif terkendali.

Lebih lanjut, ia menilai pelaksanaan Road to FESyar 2026 menjadi momentum penting dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di NTT, terutama dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT berharap Bank Indonesia dapat terus meningkatkan peran strategisnya dalam memfasilitasi pelaku usaha, khususnya dalam proses sertifikasi halal bagi produk-produk UMKM agar memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakso, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan uang kartal sebesar Rp1,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Dia menjelaskan, sejak 12 Februari hingga 12 Maret 2026, jumlah uang kartal yang telah diedarkan melalui penarikan perbankan maupun layanan penukaran mencapai Rp514 miliar. Puncak kebutuhan uang tunai diperkirakan terjadi pada periode 13 hingga 17 Maret 2026 dengan estimasi penarikan mencapai Rp305 miliar.

Selain memastikan ketersediaan uang tunai, Bank Indonesia juga terus mendorong penguatan ekonomi syariah melalui berbagai kegiatan seperti fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, bazar Ramadan bekerja sama dengan perbankan, penguatan akses pembiayaan syariah, serta kegiatan literasi ekonomi syariah di kampus dan pesantren.

Dalam mendukung program tersebut, Bank Indonesia NTT juga telah bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT serta Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTT dalam memfasilitasi sertifikasi halal bagi para pelaku usaha. Melalui program tersebut, sejumlah pelaku UMKM di NTT mendapatkan pendampingan hingga proses sertifikasi halal, bahkan beberapa di antaranya telah berhasil memasok produknya ke NTT Mart sehingga membuka akses pasar yang lebih luas.

BACA JUGA:  Fraksi Demokrat Kritik Keras Target RPJMD NTT 2025-2029: Terlalu Normatif, Minim Transformasi

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus mendorong digitalisasi transaksi melalui promosi penggunaan QRIS. Salah satu program yang direncanakan adalah penyelenggaraan QRIS Taputar Kota Kupang pada tahun 2026.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTT, Muhammad S. Wongso, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun NTT.

Ia juga menyampaikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam mendorong berbagai program pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran QRIS untuk donasi bencana Gunung Lewotobi dengan konsep “Satu QRIS untuk Semua”.

Acara kemudian ditutup dengan pemukulan beduk oleh Gubernur NTT Melkiades Laka Lena bersama Wali Kota Kupang Christian Widodo dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakso sebagai tanda dibukanya rangkaian Road to FESyar 2026 sekaligus penutupan SERAMBI NTT 2026.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat semakin kuat dalam membangun perekonomian Nusa Tenggara Timur yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.