Kesempatan Emas! Job Fair NTT 2026 Hadirkan Ribuan Lowongan hingga Luar Negeri

oleh -159 Dilihat
Gubernur NTT Buka Kegiatan Job Fair 2026 di GOR Oepoi Kota Kupang pada Jumat, 22 Mei 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT resmi menggelar Job Fair 2026 yang menghadirkan ribuan peluang kerja bagi masyarakat.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan dirangkaikan dengan Rapat Kerja Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Tingkat Provinsi NTT pada Jumat, 22 Mei 2026.

Job Fair tersebut diikuti oleh 61 perusahaan dengan total 10.302 lowongan pekerjaan, mencakup penempatan di dalam daerah, luar daerah, hingga luar negeri. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan berlangsung selama dua hari, dari 22 hingga 23 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa pelaksanaan Job Fair bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, produktif, dan saling menguntungkan.

“Pengusaha dan pekerja sejatinya saling membutuhkan untuk menghasilkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi. Melalui Job Fair ini, pemerintah hadir memastikan hubungan industrial berjalan baik sehingga mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai Job Fair 2026 menjadi sarana konkret dalam menghubungkan ribuan lowongan kerja dengan para pencari kerja di NTT.

“Ini adalah kesempatan baik bagi masyarakat. Saya mengajak semua pihak untuk menyebarluaskan informasi ini agar semakin banyak yang datang dan memanfaatkan peluang kerja yang tersedia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa kegiatan Job Fair akan digelar secara rutin setiap tiga bulan dan berpindah lokasi di seluruh wilayah NTT, mulai dari Flores, Sumba, Timor, hingga Alor dan Rote Ndao. Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan akses informasi kerja kepada masyarakat di berbagai daerah.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Ngobrol Santai dengan Wapres Gibran di Festival Budaya NTT 2025

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja NTT agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, tenaga kerja asal NTT dikenal memiliki karakter pekerja keras, jujur, disiplin, dan loyal sehingga diminati di berbagai sektor.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Yosef Rasi, menjelaskan bahwa dari total 10.302 lowongan kerja, sebanyak 5.371 berasal dari 31 perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia, 4.344 lowongan dari 11 perusahaan penempatan antar daerah, serta 577 lowongan dari 19 perusahaan pengguna tenaga kerja di NTT.

Selain Job Fair, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian yang diikuti oleh perwakilan dari 22 kabupaten/kota se-NTT. Rapat kerja tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi program pembangunan ketenagakerjaan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

Menariknya, pelaksanaan Job Fair juga melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan ekosistem ekonomi daerah.

“Job Fair ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan masyarakat untuk membuka masa depan kerja yang lebih baik bagi masyarakat NTT,” pungkas Yosef. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.