Kolaborasi IMM dan UKM Al Ijtihad Hadirkan Abon Tuna, Gubernur NTT: Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Ekonomi

oleh -46 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Peluncurkan Produk Abon Ikan Tuna dari IMM Kota Kupang dan UKM Al Ijtihad. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Produk Abon Ikan Tuna hasil kolaborasi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kupang bersama UKM Al Ijtihad resmi diluncurkan di Aula Utama Gedung B Universitas Muhammadiyah Kupang pada Senin (29/6/2026). Peluncuran tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Gubernur Melki menilai inovasi yang dilakukan mahasiswa tersebut merupakan contoh nyata transformasi potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha kecil menjadi kekuatan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Anak-anak IMM bersama UKM Al Ijtihad bisa menjadi penggerak ekonomi lokal. Ini juga membuktikan bahwa potensi lokal bisa ditransformasikan menjadi produk berdaya jual tinggi. Sekali lagi proficiat kepada IMM, seluruh pengurus IMM, UKM Al Ijtihad, serta para mahasiswa sekalian,” ujarnya.

Ia menegaskan, lahirnya produk Abon Ikan Tuna menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang memberi nilai tambah terhadap potensi sumber daya lokal, khususnya di sektor perikanan.

Menurut Gubernur, NTT memiliki potensi besar baik di darat maupun di laut, namun belum sepenuhnya dikelola secara optimal. Kehadiran produk tersebut dinilai sebagai langkah awal dalam mendorong hilirisasi hasil perikanan.

“Ini membuktikan bahwa NTT memiliki potensi besar. Potensi maritim kita belum sepenuhnya dikelola. Kehadiran produk ini menjadi bukti bahwa usaha berbasis potensi daerah mampu bertumbuh,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui tiga gerakan utama, yakni One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), dan One Community One Product (OCOP). Program tersebut bertujuan mendorong lahirnya produk unggulan berbasis potensi lokal di berbagai wilayah.

Ia menilai, pembangunan ekonomi NTT perlu mengalami lompatan dari pola ekonomi ekstraktif menuju ekonomi kreatif berbasis nilai tambah. Produk Abon Ikan Tuna yang dikembangkan IMM Kota Kupang bersama UKM Al Ijtihad menjadi contoh konkret bagaimana hilirisasi dapat digerakkan oleh mahasiswa dan komunitas pemuda.

Selain itu, pengembangan produk tersebut juga dinilai memberikan dampak strategis bagi pembangunan daerah, antara lain meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyerapan hasil tangkapan secara langsung, membuka lapangan kerja baru pada sektor produksi, pengemasan, dan pemasaran, serta mendukung penyediaan pangan bergizi tinggi untuk percepatan penurunan stunting di NTT.

Melalui kebijakan OCOP, Pemerintah Provinsi NTT juga berkomitmen mendorong produk-produk inovatif agar naik kelas melalui penguatan pemasaran digital, gerakan Beli NTT, hingga jejaring ritel lokal NTT Mart, sehingga mampu menjangkau pasar nasional bahkan internasional.

Gubernur Melki juga mengajak mahasiswa untuk mulai membangun usaha sejak dini di tengah tantangan fiskal dan keterbatasan anggaran pemerintah.

“Saya berharap adik-adik sekalian menjadi wirausahawan NTT yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi daerah,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini telah lahir lebih dari seratus produk OVOP di berbagai wilayah NTT serta lebih dari sepuluh gerai NTT Mart by OSOP yang dikembangkan oleh SMA, SMK, dan SLB. Karena itu, ia optimistis produk Abon Ikan Tuna akan menjadi awal lahirnya berbagai inovasi baru.

“Saya percaya abon ikan ini menjadi pintu masuk bagi IMM Kota Kupang bersama UKM Al Ijtihad untuk terus mengembangkan berbagai produk lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pemilik UKM Al Ijtihad, Mutmainah Darajat Latif yang juga merupakan anggota IMM Kota Kupang, menjelaskan bahwa usahanya telah berdiri sejak tahun 2011. Ia mengembangkan produk Abon Ikan Tuna melalui kolaborasi bersama IMM sebagai bagian dari penguatan kewirausahaan mahasiswa.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Pimpin Apel ASN, Tekankan Sinergi dan Akselerasi Program Kerja

“Kami berharap kemitraan kami bersama IMM dapat terus berjalan dengan baik,” katanya.

Ketua Umum PC IMM Kota Kupang, Wahidin Sara, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkuat perekonomian melalui inovasi dan kewirausahaan.

“Jika negara memiliki BUMN, maka organisasi juga harus memiliki badan usaha sendiri untuk mendukung program Pemerintah Provinsi NTT, yaitu OVOP,” ujarnya.

Ia berharap produk Abon Ikan Tuna dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Menurutnya, IMM juga membutuhkan dukungan dalam pengembangan produk lanjutan serta perluasan akses pemasaran, termasuk melalui jejaring NTT Mart.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kupang, Samsul Bahri, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang diwakili Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Syarifudin Darajat, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak, pengurus dan organisasi otonom Muhammadiyah Kota Kupang, pimpinan organisasi kepemudaan, serta perwakilan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.