Lomba Kebersihan Periode Ketiga, Beta Bersih Bidik Perubahan Perilaku Warga

oleh -98 Dilihat
Peserta Rapat Koordinasi Penanganan Sampah di Kecamatan Alak Kota Kupang pada Selasa, 20 Oktober 2026. (Foto Lius)

Suarantt.id, Kupang-Komunitas Beta Bersih bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui penyelenggaraan lomba kebersihan tingkat kelurahan di Pemerintah Kota Kupang.

Ketua Satgas Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, mengatakan lomba kebersihan periode 2026–2027 merupakan periode ketiga yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah.

Hal tersebut disampaikan Paulus saat menjadi salah satu narasumber dalam rapat koordinasi penanganan sampah di Kecamatan Alak pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurutnya, pelaksanaan lomba kebersihan pada periode ini akan lebih menekankan hasil nyata di lapangan dengan kriteria penilaian yang lebih sederhana, tetapi tetap menyentuh aspek penting dalam pengelolaan lingkungan.

“Pada lomba periode sebelumnya, kami bersama DLHK telah menyederhanakan kriteria agar penilaian lebih berfokus pada hasil kebersihan yang terlihat di lapangan,” ujarnya.

Paulus menjelaskan, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian lomba kebersihan periode 2026–2027. Di antaranya kebersihan fasilitas umum seperti jalan, sekolah, tempat ibadah, kali hidup maupun kali mati, serta lahan kosong yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah secara sembarangan.

Selain itu, kebersihan tempat penampungan sementara (TPS), kepatuhan masyarakat membuang sampah sesuai jadwal dan lokasi yang ditentukan, serta kebersihan kantor kelurahan juga menjadi bagian dari penilaian.

Ia menegaskan, keberadaan bank sampah turut menjadi aspek penting karena kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah masih perlu ditingkatkan.

“Kami berharap para lurah dapat mengambil peran aktif untuk menyosialisasikan pemilahan sampah kepada masyarakat. Persoalan kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan warga,” tegas Paulus.

BACA JUGA:  Wali Kota Christian Widodo: Jadi Pemimpin Bukan Soal Popularitas, Tapi Keberanian Menjaga Hak Warga

Menurutnya, sampah tidak selamanya menjadi limbah yang tidak berguna. Sampah yang dipilah dengan benar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sampah plastik, besi, aluminium, tembaga, hingga oli bekas memiliki nilai ekonomis apabila dikumpulkan dan dikelola melalui mekanisme yang tepat.

Karena itu, ia mendorong masyarakat agar mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah sehingga sampah yang dibuang ke TPS hingga tempat pemrosesan akhir (TPA) dapat dikurangi secara signifikan.

Paulus bahkan menargetkan pengurangan volume sampah hingga 50 persen apabila kesadaran masyarakat dan gerakan pemilahan sampah dapat berjalan secara konsisten.

Ia juga mencontohkan budaya disiplin masyarakat di Jepang dalam menjaga kebersihan. Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan tempat sampah, tetapi terutama pada tanggung jawab setiap orang terhadap sampah yang dihasilkannya.

Untuk memperkuat kesadaran tersebut, Paulus mengusulkan agar para lurah memanfaatkan berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk pesta dan pertemuan warga, untuk menyisipkan pesan singkat mengenai kebersihan lingkungan dan pemilahan sampah.

Sosialisasi yang dilakukan secara terus-menerus dinilai penting agar perilaku hidup bersih tidak sekadar menjadi slogan, melainkan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap lomba kebersihan periode 2026–2027 tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarkelurahan, tetapi juga mampu membangun budaya hidup bersih, memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta menciptakan lingkungan Kota Kupang yang lebih sehat dan nyaman.

“Harapan kami, melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan pemilahan sampah, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan dapat berkurang dan masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi,” pungkasnya. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.