Melki-Johni Dorong Literasi dan Benahi BUMD, ASN NTT Kumpulkan Ratusan Buku

oleh -326 Dilihat
Gubernur Bersama Wagub NTT Dorong Penguatan Literasi dan Pembenahan BUMD di NTT. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Suasana berbeda tampak dalam apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (8/6/2026) pagi. Apel tersebut dirangkaikan dengan penyerahan buku dalam rangka Gerakan Donasi Buku Layak Baca yang melibatkan seluruh ASN lingkup Pemprov NTT.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyerahkan buku kepada Bunda Literasi Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya membaca di daerah. Turut hadir Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Plh. Sekda Flouri Rita Wuisan, para pimpinan perangkat daerah, serta Tim Pokja Literasi Provinsi NTT.

Melalui gerakan “1 ASN 1 Buku”, sebanyak 100 buku berhasil dikumpulkan. Gubernur Melki menyumbangkan 100 judul buku, sementara Wakil Gubernur Johni Asadoma turut menyumbangkan 50 buku. Sejumlah perangkat daerah seperti Bapperida, Satpol PP, Bakeuda, dan Dukcapil tercatat sebagai penyumbang buku terbanyak.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh ASN untuk berperan aktif dalam membangun budaya literasi di NTT. Ia menekankan bahwa buku-buku yang terkumpul akan disalurkan ke taman baca masyarakat guna mendukung kebutuhan literasi anak-anak dan masyarakat.

“Dengan dukungan ASN, Pemerintah Provinsi NTT dan Pokja Literasi, ayo bangun literasi, ayo bangun NTT. Daripada buku disimpan di rumah, lebih baik dibagikan kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain mendorong gerakan literasi, Gubernur Melki juga menyoroti penataan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan penyertaan modal sebesar Rp75 miliar yang akan disalurkan setelah rencana bisnis masing-masing BUMD disetujui.

Alokasi tersebut terdiri dari Rp30 miliar untuk Bank NTT, Rp21 miliar untuk Jamkrida, serta masing-masing Rp12 miliar untuk PT Flobamor dan KIB Bolok. Gubernur menegaskan bahwa proses pengisian jajaran BUMD dilakukan secara profesional tanpa campur tangan tim sukses.

“BUMD tidak diisi oleh tim sukses. Semua melalui proses perekrutan yang profesional dan melibatkan berbagai pihak,” tegasnya.

Terkait kondisi keuangan daerah, Gubernur Melki mengakui bahwa Pemprov NTT masih melakukan penyesuaian fiskal. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya menyiapkan dukungan bagi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN pada akhir tahun.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan publik, untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur turut menyoroti program bantuan rumah layak huni dari pemerintah pusat yang menargetkan hingga 15.000 unit rumah di NTT. Ia meminta perangkat daerah terkait segera melakukan konsolidasi dan sinkronisasi data penerima agar program tersebut dapat segera direalisasikan.

Selain itu, Gubernur Melki menegaskan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini baru mencapai sekitar 20 persen. Ia bahkan memperingatkan akan mencopot pejabat yang tidak menunjukkan kinerja optimal dalam mendukung peningkatan PAD maupun pelayanan publik.

“Penanggung jawab PAD sudah dibagi secara detail. Yang tidak perform, siap diganti dengan yang siap bekerja,” tegasnya.

Apel bersama ASN kali ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah, tidak hanya dalam membangun budaya literasi, tetapi juga dalam membenahi tata kelola BUMD, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong optimalisasi PAD di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.