Suarantt.id, Labuan Bajo-Kepolisian turut bergerak memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di tengah kondisi pascagempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepedulian tersebut ditunjukkan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Boleng, Aipda Samsi, yang bersama para guru dan pelajar SMA Muhammadiyah Boleng, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, membantu mendirikan tenda bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Jumat (28/8/2026).
Tenda tersebut dipasang untuk dijadikan ruang kelas darurat setelah sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan akibat gempa bumi.
Kondisi pascagempa tidak hanya berdampak pada fasilitas pendidikan, tetapi juga menyisakan trauma bagi sebagian siswa. Kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan membuat sebagian pelajar masih merasa cemas untuk kembali beraktivitas di ruang kelas.
Di tengah situasi tersebut, kehadiran polisi menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada warga sekolah. Selain membantu pemasangan tenda, Aipda Samsi juga memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.
Aipda Samsi mengajak pihak sekolah, para pelajar, serta masyarakat untuk terus membangun kerja sama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama masa pemulihan pascabencana.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Informasi yang belum terverifikasi maupun konten yang berpotensi menimbulkan keresahan diminta tidak disebarluaskan karena dapat menimbulkan persoalan hukum.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang menemukan gangguan keamanan atau membutuhkan pelayanan kepolisian agar segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center Polri 110 untuk mendapatkan layanan kepolisian.
Pihak SMA Muhammadiyah Boleng mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas yang dinilai terus memberikan pendampingan kepada warga sekolah dan masyarakat selama menghadapi situasi pascabencana.
Dengan tersedianya tenda kelas darurat, aktivitas belajar mengajar di SMA Muhammadiyah Boleng diharapkan dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman. Ruang belajar sementara tersebut akan digunakan sembari menunggu proses perbaikan terhadap fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Langkah bersama antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat ini menjadi bagian penting dalam memastikan pendidikan tetap berjalan meski wilayah terdampak masih berada dalam tahap pemulihan pascagempa.





