Pemkot Kupang dan Rotary Club Teken MoU, Fokus Bantu Sanitasi dan Kesejahteraan Masyarakat

oleh -108 Dilihat
Pemerintah Kota Kupang bersama Rotary Club Kupang Teken MoU pada Selasa, 7Juli 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang bersama Rotary Club of Kupang Rastamores resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang sanitasi, kesehatan, dan pemberdayaan di Ruang Rapat Garuda, Balai Kota Kupang pada Selasa (7/7/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi, yang ditandai dengan penyerahan bantuan awal berupa 10 unit jamban sehat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini akan didistribusikan melalui Pemerintah Kota Kupang kepada warga yang benar-benar layak menerima.

Presiden Rotary Club Kupang, Abetnego Frans, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar simbolis, melainkan wujud nyata komitmen bersama untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya simbol kerja sama, tetapi komitmen kita untuk bergerak bersama membantu masyarakat. Rotary memiliki tujuh fokus utama seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga perdamaian. Namun, kami tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kami membutuhkan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan jamban sehat merupakan langkah awal dari program yang lebih luas. Rotary Club, lanjutnya, siap memperluas bantuan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk di bidang pengairan, kesehatan, hingga fasilitas rumah sakit, dengan dukungan dari distrik Rotary di Indonesia Timur.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menyebut Rotary Club sebagai organisasi nirlaba yang konsisten melakukan kerja-kerja kemanusiaan.

Menurutnya, kerja sama ini sangat penting di tengah kondisi efisiensi anggaran yang tengah dihadapi pemerintah daerah, di mana terjadi pemangkasan transfer ke daerah yang berdampak pada keterbatasan program pembangunan.

“Tahun ini kita mengalami efisiensi anggaran yang cukup besar. Pemerintah tidak bisa mengerjakan semua persoalan sendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kejati NTT Hentikan Dua Perkara Pidana Lewat Restorative Justice

Wali Kota juga menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia. Salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat adalah akses terhadap sanitasi yang layak.

“Sanitasi yang baik bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga menyangkut kesehatan dan martabat keluarga. Dengan sanitasi yang layak, kita menghadirkan harapan hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga mengakui bahwa pada tahun sebelumnya, komunikasi antara pemerintah dan Rotary Club belum berjalan optimal, sehingga beberapa bantuan belum tersalurkan dengan baik. Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah agar lebih responsif dalam menjalin komunikasi ke depan.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya terbatas pada penyediaan sanitasi, tetapi juga mencakup berbagai bidang lain seperti pendidikan, beasiswa, pemberdayaan ekonomi, hingga program sosial lainnya.

“Tidak ada masalah berapa besar bantuan yang diberikan. Sekecil apa pun itu, jika dilakukan bersama, akan sangat berarti bagi masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Kupang,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.