Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya membangun wilayah dari desa hingga kota dengan menghadirkan infrastruktur yang memadai sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam pidato pada Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (16/8/2025).
Menurut Gubernur Melki Laka Lena, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama karena berfungsi sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi, pemerataan pelayanan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Pembangunan tersebut mencakup jalan, irigasi, embung, sumur bor, rumah layak huni, hingga jaringan air bersih.
Peningkatan Jalan
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, rekonstruksi ruas jalan pada tahun 2025 dilakukan di lima kabupaten, yakni Sumba Barat Daya, Ngada, Timor Tengah Selatan (TTS), Sikka, dan Flores Timur.
Selain itu, penanganan long segment juga menyasar 27 ruas jalan strategis di berbagai wilayah, termasuk Lembata, Manggarai Timur, Alor, Sumba Timur, Ende, Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai, Manggarai Barat, Kota Kupang, hingga Kabupaten Kupang.
Daerah Irigasi dan Jaringan Air Bersih
Dalam rangka mendukung ketahanan pangan sekaligus mengatasi masalah stunting dan kemiskinan, pembangunan jaringan perpipaan di Kota Kupang terus dilaksanakan. Pemerintah juga tengah menyusun dokumen perencanaan (DED) untuk pembangunan jaringan air bersih di sejumlah lokasi prioritas.
Transparansi Kontrak Pekerjaan
Untuk pertama kalinya, penandatanganan kontrak pekerjaan konsultasi dan konstruksi Tahun Anggaran 2025 dilakukan secara terbuka. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di NTT.
64 Paket Pekerjaan Infrastruktur
Sepanjang tahun 2025, Dinas PUPR Provinsi NTT mengelola 64 paket pekerjaan infrastruktur, terdiri dari 16 paket perencanaan, 29 paket konstruksi, dan 19 paket pengawasan. Hingga 1 Agustus 2025, seluruh paket tersebut telah ditandatangani kontraknya dan mulai dilaksanakan.
Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, pemerintah optimistis pembangunan infrastruktur yang merata, akuntabel, dan transparan akan menjadi kunci untuk membuka akses, menurunkan kesenjangan, serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh pelosok NTT.***!





