Penjualan Eceran Kota Kupang Masih Tertekan, BI NTT Soroti Sandang, BBM hingga Kendaraan

oleh -223 Dilihat
Flayer Penjualan Eceran Diperkirakan Menurun. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kinerja penjualan eceran di Kota Kupang pada Agustus 2026 diprakirakan masih mengalami tekanan. Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sejumlah kelompok komoditas menjadi faktor utama yang memengaruhi pelemahan penjualan eceran di Kota Kupang.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan kondisi tersebut tercermin dari prakiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) Kota Kupang pada Agustus 2026 yang berada di angka 64,20 secara tahunan.

Menurutnya, penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh beberapa kelompok, yakni kelompok sandang; barang budaya dan rekreasi; makanan, minuman, dan tembakau; bahan bakar kendaraan bermotor; kendaraan; serta peralatan informasi dan komunikasi.

“Di sisi lain, beberapa kelompok diprakirakan menopang kinerja penjualan eceran secara tahunan, antara lain kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang lainnya,” jelas Adidoyo.

Meski secara tahunan mengalami penurunan, perkembangan penjualan eceran secara bulanan menunjukkan perbaikan. Pada Agustus 2026, penjualan eceran Kota Kupang diprakirakan mengalami kontraksi terbatas sebesar 4,60 persen secara month to month (mtm).

Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi lebih dalam, yakni 11,04 persen (mtm).

Kondisi penjualan eceran Kota Kupang tersebut sejalan dengan perkembangan penjualan eceran secara nasional. IPR nasional pada Agustus 2026 juga diprakirakan menurun secara tahunan dengan indeks sebesar 224,6.

Sementara secara bulanan, penjualan eceran nasional pada Agustus 2026 diprakirakan relatif stabil. Kondisi tersebut antara lain ditopang oleh permintaan masyarakat yang tetap terjaga selama periode peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia.

Selain memantau perkembangan penjualan eceran, BI NTT juga mencermati ekspektasi harga dalam beberapa bulan ke depan.

BACA JUGA:  Fraksi Persatuan Hati Nurani Rakyat Minta Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan Rusak di NTT

Tekanan harga tiga bulan mendatang atau pada Oktober 2026 diprakirakan masih tinggi. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) Oktober 2026 yang berada pada level 200,00, sama dengan periode sebelumnya.

Tingginya ekspektasi harga tersebut antara lain dipengaruhi dampak El Niño yang diprakirakan masih terasa hingga pertengahan Oktober 2026.

Sementara itu, tekanan harga enam bulan mendatang atau Januari 2027 diprakirakan menurun. IEH Januari 2027 tercatat sebesar 197,6, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada level 200,0.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal.

Dengan demikian, perkembangan penjualan eceran Kota Kupang pada Agustus 2026 masih menghadapi tekanan secara tahunan. Namun, secara bulanan, kontraksi diprakirakan mulai membaik dibandingkan bulan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.