Semangat Syuradikara Hidup di Kota Kupang, Ribuan Alumni Bersatu untuk Bangun NTT

oleh -456 Dilihat
Wali Kota Kupang Didampingi Staf Ahli Gubernur NTT Pose Bersama Panitia dan Alumni Syuradikara Kupang di Hotel Naka pada Sabtu, 18/10/2025. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Semangat kebersamaan dan solidaritas alumni Syuradikara kembali berkobar dalam acara puncak Reuni Nasional Ikatan Alumni Syuradikara (IAS) 2025 yang berlangsung di Hotel Naka Kupang pada Sabtu (18/10/2025). Ribuan alumni dari berbagai angkatan dan daerah di seluruh Nusantara hadir untuk mempererat tali persaudaraan serta memperkuat komitmen berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT Ady Endeson Mandala, Ketua IAS Nusantara Kombes Pol. Yosef Helena Tena Bay, Ketua IAS Kupang Dr. Leta Rafael Levis, Kepala SMAK Syuradikara Ende Bruder Kristianus Riberu, SVD, serta para rohaniwan dan suster.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan bisa hadir di tengah keluarga besar Syuradikara. Ia menegaskan bahwa reuni bukan sekadar ajang nostalgia, tetapi wadah untuk berbagi inspirasi dan memperkuat jejaring sosial di tengah masyarakat.

“Ikatan Alumni Syuradikara bukan hanya tempat kumpul-kumpul, tapi tempat berbagi, menjadi mentor bagi adik-adik kita, dan tempat berlabuh setiap alumni di mana pun mereka berada,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

Wali Kota juga mengapresiasi kontribusi nyata para alumni Syuradikara di berbagai bidang pemerintahan, akademik, dunia usaha, maupun sosial kemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa banyak ASN di Pemerintah Kota Kupang merupakan lulusan Syuradikara yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja luar biasa.

Menariknya, Wali Kota juga berbagi kisah pribadi tentang sosok ayahnya, mendiang Theo Widodo, yang merupakan alumni Syuradikara. Ia mengenang bagaimana disiplin dan ketegasan sang ayah membentuk karakter dan integritas dirinya sejak kecil.

“Setiap malam, Bapak menguji pelajaran kami dari jam lima sore sampai jam sembilan malam. Kami hanya boleh bermain di hari Sabtu. Itu yang membuat kami terbiasa disiplin dan berjuang,” tutur Wali Kota dengan nada haru.

Nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab itulah yang menurutnya menjadi dasar dalam kepemimpinannya saat ini. Ia menegaskan bahwa semangat Syuradikara mengajarkan pentingnya bekerja tulus dan efisien demi rakyat.

“Saya dan Ibu Wakil Wali Kota tidak membeli mobil dinas baru. Mobil lama kami perbaiki dan gunakan kembali, agar anggaran bisa dialihkan untuk kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh alumni untuk menyalakan “lilin-lilin kecil” pengabdian di mana pun berada, demi membangun Kota Kupang dan NTT yang lebih terang.

“Kalau mau berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi kalau mau berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Karena lilin-lilin kecil yang dinyalakan alumni dan masyarakatlah yang membuat NTT tetap bercahaya,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Ketua IAS Nusantara, Kombes Pol. Yosef Helena Tena Bay, dalam sambutannya menegaskan bahwa Syuradikara bukan sekadar nama sekolah, tetapi simbol semangat dan rasa memiliki yang luar biasa.

“Syuradikara itu satu kata, tapi magisnya luar biasa. Kita tidak sekadar tamat dari Syuradikara, tapi kita membawa semangatnya ke mana pun kita berada,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Syuradikara akan memasuki usia ke-75 tahun, sementara Seminari St. Paulus Ledalero, lembaga induknya, akan berusia 150 tahun. Momentum ini, kata Yosef, harus menjadi ajang refleksi dan pengabdian nyata.

“Mari terus menjadi pahlawan di bidang masing-masing. Teruslah berbuat baik, meskipun besok mereka akan lupa. Gaungkan Syuradikara di mana pun kita berada,” pungkasnya.

Ketua Panitia Reuni Nasional IAS 2025, Giovani Himan, melaporkan bahwa kegiatan ini dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, didukung oleh 70 panitia lokal IAS Kupang. Rangkaian kegiatan dimulai sejak 16 Oktober dengan ziarah rohani di Porta Sancta Oebelo, rekreasi lintas angkatan, dan bakti sosial berupa pengobatan gratis di Kuasi St. Petrus Haukoto Kupang.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang: Pemkot Siap Berkolaborasi dengan HIPMI, Dorong UMKM Tumbuh dan Maju

Dengan mengusung tema “IAS Kupang Menyambut, Nusantara Merayakan. Ayo Bangun NTT!”, reuni nasional kali ini menjadi simbol semangat kolaborasi dan kepedulian sosial alumni Syuradikara dalam membangun daerah dan bangsa.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.