TPS 3R Jadi Andalan, Kecamatan Kelapa Lima Upayakan Pengurangan Sampah ke TPA

oleh -128 Dilihat
Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Kecamatan Kelapa Lima terus mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa, mengakui bahwa pengelolaan sampah di wilayahnya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.

“Permasalahan utama kami adalah masih banyak masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah. Ini menjadi tantangan besar, namun kami terus mendorong partisipasi warga melalui RT dan RW sebagai ujung tombak di lapangan,” ujarnya kepada media ini di ruang kerjanya pada Kamis, 4 Juni 2026.

Meski demikian, Wayan menegaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan. Pemerintah kecamatan telah mendistribusikan sekitar 28 kontainer sampah ke sejumlah kelurahan guna mendukung sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan.

Selain itu, sejumlah kelompok masyarakat telah mulai mengelola sampah secara mandiri, termasuk dengan membayar tenaga untuk mengangkut sampah dari lingkungan RT ke titik pengumpulan di kelurahan sebelum diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup.

TPS 3R di Kecamatan Kelapa Lima kini menjadi pusat pengolahan sampah yang cukup aktif. Di lokasi tersebut telah tersedia fasilitas bank sampah, kelompok pengelola, serta peralatan untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi seperti paving block.

“Kami juga sudah menghasilkan sekitar 2.000 lebih paving block dari hasil pengolahan sampah plastik. Selain itu, kami memproduksi pupuk dari sampah organik yang sudah mulai dipasarkan,” jelasnya.

Upaya penguatan TPS 3R juga didukung dengan bantuan alat press sampah plastik dari pihak perbankan, yang membantu mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai jual.

BACA JUGA:  Kunjungi TBM Sion Waikabubak, Wagub NTT Dorong Budaya Literasi Anak Sejak Dini

Namun demikian, kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan armada pengangkut, serta adanya sampah dari luar wilayah yang ikut dibuang ke lokasi di Kelapa Lima.

“Sering terjadi penumpukan saat hari libur atau ketika terjadi overload. Kami juga menghadapi persoalan sampah dari wilayah tetangga yang masuk ke area kami,” ungkapnya.

Ke depan, pihak kecamatan berharap adanya penambahan armada, terutama motor sampah dan kendaraan khusus yang dapat mengangkut sampah terpilah ke TPS 3R agar proses pengolahan dapat berjalan optimal.

Wayan menegaskan, tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke TPA dan hanya menyisakan residu.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai mengubah perilaku dengan memilah sampah dari rumah, termasuk mengelola sampah organik secara sederhana.

“Kalau kita tidak bisa mengubah orang lain, maka kita mulai dari diri sendiri. Pilah sampah dari rumah, kelola sampah organik dengan cara sederhana, itu sudah sangat membantu,” pungkasnya.

Diketahui, Kecamatan Kelapa Lima memiliki lima kelurahan yang terus didorong untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.