Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, merayakan ulang tahunnya yang ke-39 dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Tanpa pesta besar atau perayaan meriah, Wali Kota memilih menghabiskan hari spesialnya bersama anak-anak di tiga panti asuhan di Kota Kupang pada Minggu (16/11/25).
Dalam kunjungan yang berlangsung hangat tersebut, Wali Kota turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, para Asisten Sekda, serta Kepala Bagian Prokopim dan Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang. Rombongan pemerintah kota itu mengunjungi tiga panti asuhan lintas agama: Panti Asuhan Attin (Muslim), Panti Asuhan St. Luis de Monfort (Katolik), dan Panti Asuhan Syalom (Protestan).
Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota dan jajaran menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan paket kebutuhan dasar seperti beras, mie instan, telur, sabun, serta berbagai bahan pokok lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian anak-anak panti asuhan.
Wali Kota Christian Widodo menyampaikan bahwa keputusan merayakan ulang tahun di panti asuhan merupakan bentuk syukur sekaligus komitmen untuk menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
“Ya, jadi saya memutuskan untuk tidak buat acara. Kami tidak buat pesta atau makan-makan. Kami ke panti asuhan saja. Hari ini kita merayakan ulang tahun saya dan partai di tiga panti asuhan,” ujarnya.
Menurutnya, kebahagiaan sejati bukanlah tentang kemewahan, melainkan tentang kemampuan untuk membuat orang lain merasa bahagia.
“Saya ingin supaya hari yang berbahagia ini, kita bisa buat orang lain juga ikut berbahagia. Karena kebahagiaan sejati dan kesuksesan sejati adalah ketika kita bisa buat orang lain juga sukses atau bahagia,” kata Wali Kota.
Dalam pesannya kepada anak-anak panti dan masyarakat, Christian Widodo mengajak semua pihak untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas.
“Teruslah berbuat baik, saling membantu, gotong royong, di tengah segala keterbatasan dunia yang tak menentu. Dengan gotong royong, kita bisa melalui berbagai hambatan dan masalah,” tegasnya.
Ia bahkan mengibaratkan kasih sebagai cahaya lilin yang tidak akan berkurang ketika digunakan untuk menyalakan lilin lainnya.
“Kalau saya punya lilin menyala, lalu saya nyalakan lilin-lilin yang lain, itu tidak mengurangi api saya. Sama halnya dengan kasih. Kalau kita bagikan, dia tidak mengurangi kasih dalam diri kita, malah bisa menambah kasih,” tutupnya.
Kegiatan berbagi kasih itu berlangsung penuh sukacita. Anak-anak panti asuhan menyambut rombongan pemerintah kota dengan gembira, sementara Wali Kota berharap momentum ulang tahun ini dapat menjadi pengingat bahwa kebahagiaan selalu bertambah ketika dibagikan. ***







