Festival Budaya Sikumana, Wali Kota: Perjuangan Kita Kini Melawan Kemiskinan dan Kebodohan

oleh -457 Dilihat
Wali Kota Didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang di Acara Penutupan Festival Budaya di Kelurahan Sikumana. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi menutup Festival Seni Budaya, Olahraga, Bakti Sosial, dan Senam Sehat Bersama dalam rangka perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia. Acara penutupan berlangsung meriah di Lapangan Moina, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa pada Senin (18/8/2025).

Turut hadir Anggota DPRD Kota Kupang Kenny Sau dan Dominggus Kale Hia, Kadis Pariwisata Kota Kupang bersama jajaran, Camat Maulafa, Lurah Sikumana, para Ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga Sikumana.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kehadirannya di Sikumana merupakan bukti kecintaan dan kedekatannya dengan masyarakat. “Saya senang sekali hadir di sini. Hari ini banyak sekali acara, tapi saya bilang, untuk Sikumana saya harus hadir sendiri, bahkan bersama istri saya, Ketua PKK Kota Kupang. Ini bukti sayang dan cinta saya untuk keluarga besar Kelurahan Sikumana,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah warga.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD, jajaran pemerintah, serta partisipasi penuh masyarakat sehingga berbagai program pembangunan berjalan dengan baik. Menurutnya, semangat perjuangan di era sekarang adalah melawan kemiskinan, pengangguran, dan ketidakadilan melalui kreativitas dan gotong royong.

“Kalau dulu para pendiri bangsa berjuang melawan penjajah, hari ini perjuangan kita adalah melawan kemiskinan, pengangguran, dan kebodohan. Festival budaya seperti ini adalah bentuk perjuangan, karena menggerakkan ekonomi warga, memberi ruang kreativitas anak muda, serta menumbuhkan rasa kebersamaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menegaskan komitmennya untuk membangun Kota Kupang dengan pola kepemimpinan yang melayani, bukan sekadar memerintah. Ia mencontohkan kebijakan efisiensi anggaran, termasuk keputusan untuk tidak membeli mobil dinas baru agar dana dapat langsung dialihkan untuk kepentingan masyarakat.

BACA JUGA:  Gubernur, Wagub NTT dan Wali Kota Kupang Hadiri Pembukaan Mubes IV IKAS Kupang

“Kalau hari ini Kota Kupang bercahaya, itu bukan karena obor yang dinyalakan di kantor wali kota, tapi karena lilin-lilin kecil di kelurahan, kecamatan, dan dinas-dinas. Karena kerja kita semua, Kota Kupang menyala,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Budaya Sikumana, Yermi Lassa, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, festival ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong warga.

“Perayaan ini adalah wujud kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang diwariskan para pejuang bangsa. Mari kita terus menumbuhkan semangat persatuan untuk membangun Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, dan Kota Kupang yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.

Rangkaian kegiatan HUT ke-80 RI di Sikumana berlangsung semarak dengan berbagai perlombaan, mulai dari sepak bola berdasar, tarik tambang, lari kaki, fun game anak-anak, hingga lomba tarian kreasi etnik. Panitia menyiapkan hadiah berupa piala dan uang tunai dengan total belasan juta rupiah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.