Dirjen Polpum Kemendagri Dorong Wali Kota Kupang Gelar Lomba Ketahanan Pangan Berbasis Rumah Ibadah

oleh -287 Dilihat
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk menggelar lomba atau sayembara ketahanan pangan berbasis rumah ibadah di Kota Kupang.

Dorongan tersebut disampaikan Akmal Malik kepada Wali Kota Kupang, Christian Widodo, dalam kegiatan Penanaman Anakan Tanaman Produktif dalam rangka Ketahanan Pangan Berbasis Fungsi Sosial Rumah Ibadah yang dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama Pemerintah Kota Kupang di Masjid Al-Ikhlas Bonipoi pada Senin (23/2/2026).

Menurutnya, rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui kegiatan produktif seperti pertanian, peternakan hingga perdagangan.

“Saran saya, Pak Wali, tolong dibuatkan sayembara ketahanan pangan bagi rumah ibadah di Kota Kupang. Menanam itu dalam 30 hari sudah bisa dipanen. Di saat pegawai negeri menerima gaji, petani juga bisa menikmati hasil panen,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa program ketahanan pangan dapat dimulai dengan memanfaatkan lahan sederhana di lingkungan rumah ibadah. Bahkan, lahan berukuran 10×20 meter dinilai cukup untuk ditanami berbagai komoditas hortikultura guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun masyarakat sekitar.

Akmal Malik juga menyatakan kesiapannya untuk mendorong kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam menghadirkan model pemberdayaan ekonomi berbasis rumah ibadah di Kota Kupang.

“Saya hanya minta lahan. Nanti kita kolaborasi dengan IPB Bogor untuk menghadirkan model-model pemberdayaan ekonomi di rumah-rumah ibadah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai menanam dan tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan pangan dari luar daerah.

Menurutnya, gerakan bertani, beternak dan berdagang harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai bentuk ikhtiar dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Akmal Malik juga memberikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kota Kupang serta tokoh masyarakat yang telah mendukung upaya penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas di daerah itu.

BACA JUGA:  516 Mahasiswa UNWIRA dan Universitas Teknologi Dili Ikut KKNT Internasional di Kupang

Ia berharap melalui sinergi antara pemerintah, rumah ibadah dan masyarakat, Kota Kupang dapat membangun ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan serta mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri di masa mendatang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.