Gempa Tak Henti Guncang Flores, Jembatan Dampek Retak: Pemprov NTT Tancap Gas Pulihkan Jalur Vital

oleh -39 Dilihat
Kepala Dinas PUPR NTT, Benyamin Nahak Tinjau Jambatan Dampek Kabupaten Manggarai Timur. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Borong-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat memulihkan infrastruktur yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Hingga 22 Agustus 2026, gempa utama tersebut telah diikuti sebanyak 5.335 kali gempa susulan. Kondisi ini turut berdampak pada sejumlah infrastruktur, salah satunya jalan dan Jembatan Dampek pada ruas Jalan Provinsi Reo–Dampek–Pota, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Kerusakan pada Jembatan Dampek berupa retakan pada bagian oprit jembatan. Kerusakan tersebut sempat mengganggu kelancaran akses masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak, mengatakan penanganan kerusakan dilakukan secara bersama-sama oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT dan Dinas PUPR Provinsi NTT.

Perbaikan juga mendapat dukungan dari berbagai unsur, termasuk mitra kerja, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

“Perbaikan retakan oprit Jembatan Dampek sudah kita laksanakan. Saat ini pekerjaan terus dipercepat dan ditargetkan pada 23 Agustus 2026 besok, jalan dan jembatan pada ruas jalan provinsi ini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan umum,” jelas Benyamin Nahak.

Percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan akses masyarakat tidak terputus, sekaligus menjaga kelancaran distribusi bantuan dan mobilitas warga di wilayah terdampak gempa.

Benyamin menjelaskan, percepatan penanganan infrastruktur tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Gubernur NTT Melki Laka Lena, yang terus mendorong agar dampak gempa ditangani secara cepat dan terpadu.

“Kami dapat arahan langsung dari Bapak Gubernur Melki Laka Lena setelah kemarin beliau bersama Wapres mengunjungi wilayah Dampek dan kami langsung segera menindaklanjuti arahan beliau,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Laka Lena Dijadwalkan Bakal Buka Workshop dan Rakerda KPID NTT

Gubernur Melki sebelumnya bersama Wakil Presiden melakukan kunjungan ke wilayah Dampek untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan dampak gempa. Kunjungan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan percepatan penanganan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Pemprov NTT menegaskan bahwa pemulihan pascagempa tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mencakup pemulihan infrastruktur vital.

Jalan dan jembatan menjadi salah satu prioritas karena berfungsi sebagai jalur utama mobilitas warga sekaligus akses penting untuk mengirimkan bantuan logistik ke daerah-daerah yang terdampak.

Dengan percepatan pekerjaan di Jembatan Dampek, pemerintah menargetkan jalur Reo–Dampek–Pota kembali normal dan dapat digunakan kendaraan umum mulai 23 Agustus 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov NTT memastikan dampak gempa tidak membuat akses masyarakat terisolasi dan distribusi bantuan kepada para penyintas tetap berjalan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.