Komisi II DPRD NTT Dorong Porang Jadi Komoditas Strategis Ekonomi Baru

oleh -232 Dilihat
Sekertaris Komisi II DPRD NTT, Junaidin Mahasan. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur melalui Komisi II mendorong Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menetapkan porang sebagai salah satu komoditas strategis ekonomi baru daerah. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT pada Selasa (21/7/2026).

Sekretaris Komisi II DPRD NTT, Junaidin Mahasan, menegaskan bahwa porang memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian daerah jika dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Pemerintah Provinsi NTT perlu menetapkan porang sebagai salah satu komoditas strategis ekonomi baru dengan membangun ekosistem yang lengkap, mulai dari penyediaan bibit, budidaya, pembinaan petani, kepastian harga, pembentukan koperasi, hingga pengembangan industri chip dan ekspor,” ujar Junaidin.

Ia menekankan pentingnya hilirisasi agar nilai tambah dari komoditas porang tidak justru dinikmati oleh daerah lain. Menurutnya, NTT tidak boleh hanya berperan sebagai pemasok bahan baku.

“Jangan sampai NTT hanya menjadi pemasok bahan baku, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati di luar daerah,” tegas Politisi PSI NTT ini.

Komisi II DPRD NTT juga meminta agar pemerintah daerah memperkuat dukungan kepada petani melalui pendampingan berkelanjutan, akses pembiayaan, serta jaminan pasar yang jelas. Selain itu, pembangunan industri pengolahan porang di dalam daerah dinilai penting untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui RDP tersebut, DPRD berharap adanya langkah konkret dari pemerintah provinsi dalam merumuskan kebijakan strategis pengembangan porang sebagai salah satu motor penggerak ekonomi baru di NTT. ***

BACA JUGA:  Kakanwil Ditjenpas NTT Inspeksi Lapas Waingapu, Pastikan Keamanan dan Pembinaan Tetap Optimal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.