Natal Nasional 2025 Jadi Momentum Pembangunan Humanis, Gubernur Melki Soroti Stunting dan Ekonomi Keluarga

oleh -1087 Dilihat
Gubernur Melki Didampingi Wagub NTT dan Bupati TTS Mengikuti Perayaan Natal Nasional 2025 di Kota So'e pada Senin, 5 Januari 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Jakarta-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri secara langsung Perayaan Natal Nasional 2025 yang dipusatkan di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada Senin (5/1/2026). Perayaan ini turut dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, serta diikuti secara virtual oleh para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani di Tanah Air. Ia berharap damai Natal membawa kebaikan, kasih, pengharapan, dan kekuatan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Presiden menegaskan bahwa Perayaan Natal Nasional merupakan cerminan jati diri bangsa Indonesia yang majemuk, terdiri dari berbagai etnis, ras, agama, dan budaya, namun tetap hidup dalam persatuan dan keharmonisan.

“Kita telah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa untuk hidup di bumi Nusantara ini. Bangsa ini memiliki kekayaan yang sangat besar. Perayaan ini membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang rukun dan harmonis,” tegas Presiden Prabowo.

Dia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, saling menghormati, melindungi, dan memaafkan satu sama lain demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengikuti Perayaan Natal Nasional 2025 secara virtual dari Aula Mutis, Kantor Bupati Timor Tengah Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa Natal Nasional bukan sekadar seremoni keagamaan tahunan, melainkan momentum refleksi sosial dan kultural yang penting bagi arah pembangunan daerah.

Sejalan dengan tema Natal Nasional 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Gubernur Melki menyampaikan bahwa nilai kehadiran Allah harus diwujudkan dalam pembangunan yang menghadirkan kasih, keadilan, dan kesejahteraan nyata bagi keluarga-keluarga di NTT.

BACA JUGA:  Kemandirian Fiskal NTT Masih Rendah, Gubernur Melki Dorong Dukungan Pusat di Forum Banggar DPR RI

Dia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar pembangunan di NTT saat ini adalah masih tingginya angka stunting. Oleh karena itu, tema menyelamatkan keluarga menjadi sangat relevan karena masa depan generasi NTT ditentukan dari terpenuhinya gizi dan kesehatan anak sejak dini.

“Ibadah Natal Nasional mengingatkan kita bahwa memuliakan Tuhan berarti merawat kehidupan. Pembangunan sumber daya manusia yang unggul harus dimulai dari kecukupan gizi ibu hamil dan balita,” ujar Melki.

Selain isu kesehatan, Gubernur Melki juga menekankan pentingnya transformasi ekonomi berbasis keluarga untuk keluar dari kemiskinan struktural. Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan UMKM, seperti tenun ikat, pengolahan hasil pertanian dan peternakan, serta berbagai program unggulan daerah, di antaranya One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), One School One Product (OSOP), Gerakan Beli NTT, NTT Mart, dan Dapur Flobamorata.

Di bidang pendidikan, Gubernur Melki menegaskan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak-anak. Oleh karena itu, menyelamatkan keluarga juga berarti membuka akses pendidikan yang berkualitas. Pemprov NTT telah mencanangkan berbagai program beasiswa dan bimbingan belajar bagi anak-anak NTT agar dapat melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan maupun perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menyoroti ketergantungan keluarga-keluarga di NTT terhadap alam. Dampak perubahan iklim dan kekeringan berkepanjangan menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan keluarga. Karena itu, pembangunan yang relevan dengan semangat Natal adalah pembangunan yang hijau dan berkelanjutan melalui penanaman pohon, perlindungan sumber mata air, serta adaptasi pertanian lahan kering.

Menurutnya, relevansi Perayaan Natal Nasional bagi pembangunan di NTT terletak pada humanisasi pembangunan, yakni pembangunan yang benar-benar hadir bersama keluarga-keluarga di wilayah pinggiran dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Buka Kegiatan Jalan Santai dan Live Talk Show: Ajak Semua Pihak Tolak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Perayaan Natal Nasional 2025 ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Ketua DPRD NTT Emelia J. Nomleni, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Wali Kota Kupang, Bupati Timor Tengah Utara, Wakil Bupati Malaka, para pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta insan pers. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.