Pelantikan KKMF Jadi Momentum Pererat Persaudaraan Antar Etnis di Kota Kupang

oleh -31 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Hadiri Pelantikan Pengurus KKMF Kota Kupang Periode 2026-2031 di aula Rujab Wali Kota Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pelantikan Pengurus Kerukunan Keluarga Madura Flobamora (KKMF) Kota Kupang Periode 2026-2031 menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan antar etnis di Kota Kupang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Restoran Celebes, Senin (6/7/2026), dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Turut hadir dalam acara tersebut para sesepuh dan Dewan Pembina KKMF, Ketua dan Pengurus KKMF Periode 2023-2026, jajaran pengurus baru periode 2026-2031, para ketua paguyuban etnis di Kota Kupang, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Provinsi NTT Kiai Umar Samsudin Nduru, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT Moldi Hosea Pelokila, S.Sos., M.MA., serta jajaran Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang mengungkapkan rasa bahagianya dapat hadir di tengah keluarga besar Madura, meskipun baru kembali dari kegiatan Rapat Kerja Nasional APEKSI di Medan. Ia menegaskan kehadirannya sebagai bentuk penghargaan dan kedekatan pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat.

“Saya harus hadir malam ini sebagai bentuk cinta dan penghargaan kepada keluarga besar Madura di Kota Kupang. Terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan bagi kemajuan daerah ini,” ujar Christian.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan KKMF dalam menyelenggarakan pelantikan melalui partisipasi aktif seluruh anggota. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat diwujudkan melalui kebersamaan.

“Orang bisa berbicara tentang kolaborasi, tetapi keluarga besar Madura membuktikannya. Gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun Kota Kupang,” katanya.

Wali Kota menekankan bahwa keberagaman yang ada di Kota Kupang bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  NTT Raih TP2DD Provinsi Terbaik 2025, Bawa Pulang Insentif Fiskal dari Pemerintah Pusat

“Menjadi orang Madura sekaligus warga Kota Kupang bukan dua identitas yang bertentangan, tetapi saling menguatkan. Harmoni bukan berarti kita harus sama, tetapi mampu hidup berdampingan dengan saling menghormati dan mendukung,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, penguatan toleransi, serta semangat persaudaraan antar etnis. Pemerintah Kota Kupang, kata dia, membuka ruang kolaborasi dengan seluruh paguyuban yang ada.

“Kami siap bersinergi dengan KKMF dan semua paguyuban dalam membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama yang aman, nyaman, dan membanggakan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mendorong pengurus KKMF untuk memperkuat legalitas organisasi agar dapat bermitra lebih luas dengan pemerintah dalam berbagai program kemasyarakatan.

Sementara itu, Ketua KKMF Kota Kupang Periode 2026-2031, Sahri, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut. Ia berkomitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan transparansi dan kepentingan bersama.

“Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang, berkontribusi dalam pembangunan, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Sahri.

Sebagai bentuk penghormatan, di akhir acara pengurus KKMF menyerahkan penghargaan berupa celurit kepada Wali Kota Kupang. Penyerahan tersebut menjadi simbol persaudaraan, penghormatan terhadap budaya Madura, serta ungkapan terima kasih atas dukungan pemerintah terhadap keberadaan KKMF di Kota Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.