Pemkot Kupang- Bank Mandiri Taspen Ubah Tata Kelola Pasar, Retribusi dan Transaksi Pedagang Go Digital

oleh -73 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Teken MoU dengan Bank Mandiri Taspen tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perbankan untuk Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang menggandeng PT Bank Mandiri Taspen untuk mengubah tata kelola pasar rakyat melalui digitalisasi retribusi dan transaksi pedagang.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kota Kupang dan PT Bank Mandiri Taspen tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perbankan, serta Perjanjian Kerja Sama antara Perumda Pasar Kota Kupang dan PT Bank Mandiri Taspen tentang Penyelenggaraan Pelayanan Perbankan untuk Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang.

Penandatanganan berlangsung di Umera Coffee, Selasa (15/9), dan dihadiri Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Direktur Funding (Retail and Network) Bank Mandiri Taspen, Rizky Olyvia Nasution, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang, Lohot Jon Piter Sidabutar, Regional CEO 7 Denpasar, Felik A. Romei Karyanto, Direktur Perumda Pasar Kota Kupang, Ganda Raymond Tadjo Tallo, serta Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang Eurike F. Daniela Adoe.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengatakan, perubahan zaman menuntut pemerintah daerah meninggalkan pola kerja lama dan mulai memanfaatkan teknologi dalam pelayanan publik.

Menurutnya, kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi salah satu langkah untuk mempercepat transformasi pelayanan, termasuk dalam pengelolaan pasar rakyat.

“Kita selalu mengatakan, kalau mau berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi kalau mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama. Kita sudah memilih untuk berjalan jauh,” ujar Christian.

Ia menilai pasar merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat sehingga tata kelolanya harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Orang sudah menggunakan laptop, kita masih menggunakan mesin ketik, tentu kita akan tertinggal. Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Jajaki Kerja Sama PLN, Sampah Diolah Jadi Energi Alternatif

Christian menegaskan, digitalisasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai penggunaan aplikasi maupun sistem pembayaran elektronik. Menurutnya, teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai pengguna layanan pemerintah.

“Teknologi hanyalah alat. Tujuan akhirnya harus manusia. Jangan sampai teknologi menyebabkan ada yang tertinggal,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta proses digitalisasi pasar disertai sosialisasi dan edukasi kepada para pedagang. Sistem baru harus dibuat sederhana, mudah dipahami dan mudah digunakan sehingga tidak menimbulkan hambatan bagi masyarakat.

Di sisi lain, digitalisasi juga diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap penerimaan daerah. Sistem transaksi yang lebih terdokumentasi dinilai dapat membantu pemerintah meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Digitalisasi harus berujung pada mempermudah manusia, membuat para pedagang merasa terlayani dengan cepat, dan membuat kebocoran PAD bisa diminimalkan,” jelas Christian.

Sementara itu, Direktur Funding (Retail and Network) Bank Mandiri Taspen, Rizky Olyvia Nasution mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun pengelolaan pasar yang lebih efektif, transparan dan aman.

Salah satu dukungan yang disiapkan Bank Mandiri Taspen adalah pemanfaatan virtual account untuk pembayaran sewa tahunan lapak dan kios.

Melalui sistem tersebut, pembayaran dapat dilakukan melalui kanal perbankan. Sistem ini juga membantu meningkatkan akurasi pencatatan serta mempercepat proses rekonsiliasi penerimaan.

“Digitalisasi pasar bukan berarti menghilangkan karakter pasar. Justru digitalisasi memperkuat pasar agar semakin tertib, inklusif, kompetitif dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Rizky.

Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang, Lohot Jon Piter Sidabutar menambahkan, kerja sama dengan Perumda Pasar Kota Kupang merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pasar di Kota Kupang.

Saat ini, Perumda Pasar Kota Kupang mengelola 10 pasar yang tersebar di berbagai wilayah Kota Kupang.

BACA JUGA:  Wagub NTT Sidak Pasar Oeba dan Pasar Kasih, Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang HBKN

Dengan adanya digitalisasi, pengelolaan transaksi di pasar diharapkan dapat dibangun secara lebih terintegrasi sehingga memudahkan pemerintah dalam melakukan pencatatan, pemantauan dan pengawasan penerimaan.

Selain virtual account, Bank Mandiri Taspen juga menawarkan sejumlah layanan digital untuk mendukung transformasi pengelolaan pasar, di antaranya e-risk, Mandiri Cash Management (MCM), dan mobile banking.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal menuju tata kelola pasar rakyat di Kota Kupang yang lebih modern, transparan, akuntabel dan tetap berorientasi pada kemudahan pelayanan bagi para pedagang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.