Pemkot Kupang Perkuat Program Zero-Dose, Dubes Australia: Investasi Anak Itu Masa Depan Indonesia

oleh -269 Dilihat
Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, Wawali Kupang, Serena Francis dan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Yang Mulia Rod Brazier. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat pelaksanaan Program Zero-Dose sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan anak.

Hal ini mendapat apresiasi dari Duta Besar Australia untuk Indonesia, Yang Mulia Rod Brazier, saat menghadiri Workshop Review Program Zero-Dose dalam rangka Penguatan Program Integrasi Kesejahteraan Anak di Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Harper pada Kamis (30/7/2026).

Dalam sambutannya, Rod Brazier menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota Kupang, dan UNICEF dalam menangani anak-anak zero-dose, yaitu anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2024, program tersebut telah menunjukkan hasil yang signifikan dengan capaian sekitar 64 persen. “Ini menunjukkan bahwa perubahan nyata dapat diwujudkan ketika ada kerja sama yang kuat. Namun pekerjaan kita belum selesai, masih ada anak-anak yang belum melengkapi imunisasi,” ujarnya.

Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan kesehatan melalui imunisasi. Karena itu, ia mendorong agar jangkauan layanan kesehatan terus diperluas, kualitas pelayanan ditingkatkan, dan semua anak mendapatkan imunisasi lengkap tepat waktu. “Investasi pada anak-anak merupakan investasi bagi masa depan Indonesia,” tambahnya.

Program penanganan zero-dose di NTT sendiri dilakukan melalui kerja sama antara Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan UNICEF, antara lain melalui Survei Cepat Komunitas (SCK), penguatan peran puskesmas, serta edukasi lintas sektor. Program ini mencakup sejumlah wilayah prioritas seperti Kabupaten Kupang, Alor, Sumba Timur, Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, serta Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus berupaya memastikan pemenuhan hak-hak dasar anak, termasuk akses terhadap layanan kesehatan dan administrasi kependudukan.

“Anak-anak yang baru lahir sudah difasilitasi dengan kartu keluarga, akta kelahiran, dan kartu identitas anak. Ini bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan mereka,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa masih terdapat anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga dibutuhkan kerja bersama untuk menjangkau mereka.

Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, menegaskan bahwa pihaknya aktif bergerak dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk mendukung percepatan penanganan zero-dose.

“Kami berkolaborasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, dan posyandu. Lebih dari 300 anak yang sebelumnya belum pernah diimunisasi kini sudah berhasil dijangkau,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, menyatakan komitmennya untuk menekan angka zero-dose hingga nol persen. “Target kami adalah tidak ada lagi anak di Kota Kupang yang tidak mendapatkan imunisasi. Saat ini jumlahnya sudah turun signifikan dari sekitar 1.200 anak, kini tersisa lebih dari 300 anak yang terus kami kejar,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk TP PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi perempuan, serta lembaga non-pemerintah. Selain itu, dilakukan juga kegiatan sweeping dan pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, mitra pembangunan, dan masyarakat, diharapkan Program Zero-Dose di Kota Kupang dapat segera mencapai target nol persen, sehingga seluruh anak mendapatkan hak kesehatan yang optimal demi masa depan yang lebih baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.