Wali Kota Kupang Minta Bank NTT Prioritaskan Kredit UMKM, Bukan Hanya Korporasi Besar

oleh -261 Dilihat
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo Buka Acara Culture Fest 2026 TDM Kupang pada Senin, 25 Mei 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, Christian Widodo, mendorong Bank NTT untuk lebih berani menyalurkan kredit produktif, khususnya kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dibanding hanya mengandalkan penghimpunan dana dalam bentuk deposito.

Menurutnya, kecenderungan perbankan dalam hal ini Bank NTT yang terlalu fokus pada deposito justru membuat fungsi intermediasi tidak berjalan optimal. Ia menilai, bank seharusnya tidak memilih jalur atau level “aman” semata, tetapi juga harus berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Menjual deposito memang lebih mudah, tetapi fungsi utama bank itu menyalurkan kredit. Kita tidak boleh hanya pilih yang enak, karena kredit memang butuh kerja keras lebih,” ujarnya kepada wartawan usai membuka kegiatan Culture Fest 2026 di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) pada Senin, 25 Mei 2026 sore.

Christian juga mengingatkan agar perbankan tidak terjebak dalam euforia atau “fomo” dalam memberikan kredit kepada korporasi besar. Ia menilai, langkah tersebut berisiko tinggi jika tidak diimbangi dengan kemampuan manajemen risiko yang matang.

“Kalau kondisi belum siap, jangan ambil risiko besar. Ibaratnya ombak laut sedang tinggi, sementara kapal kita belum siap, jangan dipaksakan. Lebih baik kita bermain di sektor yang lebih aman dan produktif, seperti UMKM,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembiayaan kepada UMKM memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah karena menyentuh masyarakat kecil. Oleh karena itu, sektor ini harus menjadi prioritas utama dalam penyaluran kredit.

Selain itu, Christian juga menyoroti rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan yang dinilai masih dalam kategori baik, yakni di kisaran 78 hingga 92 persen. Namun, ia mengingatkan bahwa tren penurunan LDR perlu diwaspadai karena menunjukkan adanya dana yang belum tersalurkan secara produktif.

“Kalau LDR menurun, artinya uang lebih banyak menganggur. Memang risikonya kecil dari sisi likuiditas, tapi ekonomi tidak bergerak maksimal. Uang itu harus diputar supaya memberi manfaat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat posisi sebagai pemegang saham di salah satu bank daerah, dengan total penyertaan modal yang terus meningkat.

“Sekarang kita sudah mencapai sekitar Rp130 miliar. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perbankan daerah agar bisa lebih agresif dalam mendukung pembangunan ekonomi,” katanya.

Christian berharap, dengan dukungan tersebut, perbankan semakin aktif menyalurkan kredit produktif, khususnya kepada UMKM, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.