Gubernur NTT Apresiasi Peran GKSI Bangun Iman, Pendidikan, dan Pemberdayaan Umat

oleh -472 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Acara Perayaan Natal Bersama GKSI Wilayah Sarfat NTT dan Alumni STTIJA se-Provinsi NTT di Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi peran Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) yang dinilai konsisten membangun iman jemaat sekaligus berkontribusi dalam penguatan pendidikan dan pemberdayaan umat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Perayaan Natal Bersama GKSI Wilayah Sarfat NTT dan Keluarga Besar Alumni Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTIJA) se-Provinsi NTT di Restoran Pantai Timor, Jumat (9/1/2026) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa kelahiran Yesus Kristus sebagai Bayi Natal di kandang yang sederhana merupakan wujud nyata solidaritas dan kasih Allah kepada manusia.

Menurutnya, Allah hadir masuk ke dalam realitas hidup manusia, terutama menyentuh mereka yang kecil, lemah, dan tersisih.

“Natal mengajarkan kita tentang kasih, solidaritas, dan keberpihakan kepada sesama. Inilah nilai-nilai yang harus terus kita hidupkan, baik dalam pelayanan Gereja maupun dalam tugas pemerintahan,” ujar Gubernur.

Gubernur Melki memberikan apresiasi khusus kepada GKSI yang dalam pelayanannya tidak hanya berfokus pada kebutuhan rohani jemaat, tetapi juga berkomitmen membangun keluarga dan masa depan umat melalui pendidikan serta pembinaan pelayan Tuhan.
Ia menyoroti peran STTIJA yang telah membuka akses pendidikan teologi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

“Patut diapresiasi bahwa sebagian besar mahasiswa STTIJA berasal dari keluarga sederhana dan mayoritas dari NTT. Para lulusan ini menjadi saksi bahwa pendidikan teologi bukan hanya jalan pelayanan iman, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat,” ungkap mantan anggota DPR RI tersebut.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa meskipun memiliki peran dan fungsi yang berbeda, pemerintah dan Gereja sejatinya dipanggil untuk berjalan seiring. Gereja berperan meneguhkan iman, membangun karakter, dan menyalakan harapan umat, sementara pemerintah bertugas menghadirkan kebijakan dan kerja nyata yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, terutama bagi kelompok kecil, lemah, dan terpinggirkan.

Dalam semangat Natal, Gubernur Melki mengajak GKSI Wilayah Sarfat NTT dan Keluarga Besar Alumni STTIJA untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi bersama Pemerintah Provinsi NTT demi menghadirkan pelayanan yang berdampak luas bagi jemaat dan masyarakat.

Terkait pembangunan daerah, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Salah satu visi besar pembangunan daerah adalah menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, partisipatif, dan tepat sasaran.

“Kami menyadari bahwa pendidikan yang bermutu adalah kunci untuk melahirkan generasi unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTT melalui Program Pendampingan Siswa Menuju Pendidikan Tinggi dan Sekolah Kedinasan Unggulan berkomitmen mendukung putra-putri terbaik daerah agar dapat mengakses pendidikan unggulan, baik di universitas ternama maupun sekolah kedinasan seperti TNI, Polri, IPDN, dan institusi strategis lainnya.

Namun demikian, Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program tersebut tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Dukungan keluarga, peran Gereja, lembaga pendidikan, serta komunitas umat beriman sangat menentukan masa depan generasi muda NTT.

“Pemerintah Provinsi NTT membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Gereja dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendampingi, memotivasi, dan menyiapkan generasi muda NTT agar bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, cerdas, dan berdaya saing,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Sinode GKSI, Iwan Tangka, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Gubernur NTT dalam perayaan Natal bersama tersebut.

Menurutnya, kehadiran Gubernur merupakan wujud nyata sinergitas antara pemerintah dan Gereja yang perlu terus dirawat.

“Gereja dan pemerintah harus senantiasa hadir dan melayani jemaat serta masyarakat. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan kita bersama,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.