Era Regionalisme Baru Dimulai, Bali-NTB-NTT Satukan Arah Pembangunan Lewat PKS KR-BNN

oleh -699 Dilihat
Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT Tanda Tangan Perjanjian Kerja Sama Regional KR-BNN di Golo Mori, Manggarai Barat. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Labuan Bajo-Wakil Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) sebagai langkah strategis menyatukan arah pembangunan kawasan Sunda Kecil. Penandatanganan berlangsung di ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu (28/1/2026).

Penandatanganan PKS tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Kerja sama regional ini mencakup lima sektor strategis, yakni konektivitas transportasi, optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif, pengembangan super grid energi terbarukan, penguatan perdagangan dan ekspor, serta integrasi perencanaan pembangunan.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menegaskan bahwa PKS KR-BNN merupakan bentuk nyata komitmen politik, ekonomi, dan kebudayaan ketiga provinsi dalam merawat serta memperkuat persaudaraan kawasan Sunda Kecil.

“Hari ini kita menorehkan babak baru pembangunan Indonesia Timur. Kerja sama ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan manifestasi tekad kolektif untuk meruntuhkan sekat-sekat isolasi dan membangun jembatan kolaborasi antarwilayah,” ujar Gubernur Melki.

Dia menjelaskan, pada sektor konektivitas transportasi, ketiga provinsi sepakat mengintegrasikan sistem transportasi laut, penyeberangan, dan udara agar pergerakan orang dan barang antarwilayah menjadi lebih efisien. Bahkan, penjajakan rute-rute baru seperti penggunaan seaplane juga menjadi bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah.

Di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, Bali, NTB, dan NTT berkomitmen membangun ekosistem pariwisata terpadu. Wisatawan yang berkunjung ke Bali akan diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke NTB dan NTT melalui penguatan branding bersama, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta standarisasi layanan pariwisata bertaraf internasional.

Sementara itu, pada sektor energi terbarukan, kerja sama KR-BNN diarahkan pada penguatan ketahanan energi kawasan melalui penyusunan studi kelayakan dan peta jalan pemanfaatan potensi energi surya, angin, dan air secara berkelanjutan.

Dalam sektor perdagangan dan ekspor, Bali disepakati sebagai hub ekspor regional. Produk unggulan NTB dan NTT, seperti hasil pertanian, peternakan, dan kerajinan, akan diperkuat akses pasarnya melalui jalur distribusi yang lebih luas, promosi kolaboratif, serta perdagangan antarpulau yang lebih transparan.

Adapun pada integrasi perencanaan pembangunan, ketiga provinsi akan memperkuat sinergi antarlembaga perencanaan daerah melalui Bappeda masing-masing, sehingga kebijakan pembangunan tidak berjalan parsial, melainkan terorkestrasi dalam satu irama pembangunan nasional yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah sebuah legacy. Kita bergerak melampaui ego sektoral dan ego teritorial. Penandatanganan ini menjadi pintu pembuka kerja sama yang lebih luas, termasuk di bidang layanan kesehatan, transformasi digital, pendidikan tinggi, mitigasi bencana, dan keamanan laut,” tegas Gubernur Melki.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan bahwa kerja sama regional ini berakar pada ikatan historis kawasan Sunda Kecil sekaligus menjadi pijakan untuk menatap masa depan bersama.
“Kita tidak bisa maju sendiri. Kita harus maju bersama. Kerja sama ini dimulai dari potensi yang kita miliki agar tumbuh secara harmonis dan saling bersinergi,” ujar Koster.

Senada, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kerja sama KR-BNN bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata yang harus segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Hari ini kita memulai era regionalisme baru berbasis daerah. Kita bersatu bukan karena kita sama, tetapi karena perbedaan itulah kita saling melengkapi untuk kepentingan nasional,” tegas Iqbal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda beserta para anggota DPRD, para Sekretaris Daerah dan Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Bali, NTB, dan NTT, Presiden Direktur Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, para kepala daerah se-Bali, NTB, dan NTT, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, Forkopimda Kabupaten Manggarai Barat, serta pimpinan BUMN dan BUMD. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.