Dari “Kupang Bersinar” ke Lomba Antar Kelurahan, Semangat Swadaya Warga Makin Menguat

oleh -289 Dilihat
Wali Kota Kupang Buka Secara Resmi Lomba Kebersihan Antar Kelurahan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat, 28 Pebruari 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Semangat swadaya warga Kota Kupang dalam menjaga kebersihan lingkungan terus menunjukkan tren positif. Setelah sukses menggelar aksi besar “Kupang Bersinar” (Kupang Bersih, Indah, dan Asri), kini gerakan tersebut berlanjut melalui Lomba Kebersihan Antar Kelurahan yang resmi diluncurkan oleh Christian Widodo di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat, 28 Pebruari 2026.

Lomba yang digagas bersama Komunitas Beta Bersih (KBB) ini menyediakan total hadiah sebesar Rp100 juta. Hadir dalam launching tersebut Ketua Satgas Lomba KBB Irsan Dardana beserta jajaran, para Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, serta para camat dan lurah se-Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Komunitas Beta Bersih yang dinilai tidak hanya menghadirkan gagasan, tetapi juga kontribusi nyata dalam bentuk tenaga dan materi.

“Mereka tidak bertanya apa yang negara berikan kepada mereka, tetapi apa yang bisa mereka berikan untuk negara. Total hadiah Rp100 juta ini bukan angka kecil. Ini bukti cinta untuk Kota Kupang,” tegasnya.

Menurut dr. Christian Widodo, persoalan sampah tidak dapat ditangani pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar perubahan benar-benar terwujud. Ia menekankan bahwa kemajuan kota sangat bergantung pada keterlibatan aktif warganya.

“Inilah semangat kolaborasi. Kota tidak bisa maju kalau hanya wali kota yang bergerak. Kota maju kalau warganya ikut bergerak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti makna filosofis nama “Beta Bersih”. Kata “beta” berarti saya, yang mencerminkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri.
“Bukan tunggu pemerintah, bukan tunggu orang lain. Mulai dari beta. Kalau kita mau maju, semua harus dimulai dari diri sendiri,” katanya.

Wali Kota menegaskan, lomba ini bukan sekadar mencari kelurahan terbersih, melainkan membangun kesadaran kolektif dan budaya peduli lingkungan.

“Ini bukan tentang siapa yang paling bersih, tapi siapa yang paling peduli. Bukan mengejar piala, tetapi membangun budaya. Kita ubah kalimat ‘itu bukan tugas saya’ menjadi ‘ini beta punya tanggung jawab’,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Lomba KBB, Irsan Dardana, menjelaskan bahwa komunitas tersebut lahir dari keresahan melihat persoalan sampah yang menumpuk di berbagai sudut kota usai pelantikan Wali Kota pada Februari 2025.

“Kami sadar kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga warga yang memproduksi sampah itu sendiri. Kami rindu Kota Kupang yang bersih,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, KBB sebelumnya menggelar aksi “Kupang Bersinar” dengan mengerahkan 31 armada dan tiga truk fuso, ditambah 27 armada dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), sehingga total 55 truk pengangkut sampah dikerahkan dalam aksi bersih besar-besaran tersebut.

Untuk lomba kebersihan tahun ini, KBB bersama DLHK menetapkan tiga kriteria utama penilaian, yakni kebersihan lingkungan (jalan, trotoar, fasilitas umum, lahan kosong, sungai, dan drainase), kebersihan tempat pembuangan sementara (TPS), serta kebersihan kantor kelurahan. Selain juara 1, 2, dan 3, panitia juga menyiapkan juara harapan 1, 2, dan 3 dengan total hadiah Rp100 juta sebagai bentuk motivasi.

Lomba ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan nasional kebersihan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang gerakan Indonesia bersih. Dengan semangat “beta punya tanggung jawab”, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Kota Kupang yang semakin bersih, indah, dan asri. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.