Wali Kota Kupang: Politik Harus Hadirkan Harmoni untuk Kemajuan Daerah

oleh -33 Dilihat
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo Hadiri Muscab PKB di Hotel Neo Aston Kupang pada Selasa, 21 April 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa politik seharusnya menjadi ruang yang menghadirkan harmoni demi mendorong kemajuan daerah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kupang dan Kabupaten Kupang di Hotel Neo by Aston Kupang pada Selasa (21/4/26).

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan DPP PKB Lalu Hadrian Irfani, anggota DPR RI Usman Hussein, Bupati Kupang Yosef Lede, Ketua DPW PKB NTT Aloysius Malo Ladi, jajaran pengurus partai, Forkopimda, tokoh agama, serta para kader dan peserta musyawarah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas kontribusi PKB dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menilai, kemajuan Kota Kupang tidak terlepas dari peran aktif partai politik yang terus menghadirkan gagasan, kritik konstruktif, serta kolaborasi nyata bersama pemerintah.

“Saya hadir bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi sebagai bentuk penghormatan. PKB telah memberi kontribusi penting melalui ide, gagasan, dan kerja nyata bagi pembangunan Kota Kupang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang demokrasi yang strategis untuk merumuskan arah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

“Ini bukan sekadar kegiatan tahunan. Ini adalah ruang demokrasi, tempat ide bertemu, perbedaan disatukan, dan keputusan strategis untuk kepentingan rakyat dilahirkan,” tegasnya.

Menurutnya, esensi musyawarah tidak terletak pada kekuatan, melainkan pada kebijaksanaan dalam mendengar dan memperjuangkan kepentingan bersama.

“Musyawarah bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling mampu mendengar dan paling konsisten memperjuangkan kepentingan bersama. Di situlah letak kebijaksanaan,” tambahnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, kata dia, tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan partai politik dan seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA:  PSI NTT Panen Pujian, Mister “J” Segera Diumumkan Usai Struktur Rampung

“Kalau mau berjalan cepat, kita bisa sendiri. Tapi kalau mau berjalan jauh, kita harus bersama. Kota Kupang memilih berjalan jauh, dengan gotong royong dan kolaborasi,” ujarnya.

Ia juga mengangkat konsep “harmoni” sebagai kunci dalam kehidupan politik dan pembangunan. Menurutnya, perbedaan dalam politik justru menjadi kekuatan jika dikelola dalam keseimbangan.

“Politik itu penuh warna. Tetapi ketika semua bergerak dalam proporsi yang tepat, akan tercipta harmoni yang indah untuk membangun daerah dan negara,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap Muscab ini mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat, relevan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Pada akhirnya, otoritas bukan soal kekuasaan, tetapi tentang menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan DPP PKB, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa Muscab kali ini mengedepankan semangat kebersamaan tanpa kompetisi internal. Proses tidak lagi berorientasi pada voting, melainkan pada perumusan program strategis lima tahun ke depan.

“Muscab ini bukan ajang perebutan posisi, tetapi ruang merumuskan strategi dan program untuk memperkuat peran PKB sebagai partai yang hadir dan bekerja untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mendorong seluruh kader PKB untuk terus hadir di tengah masyarakat serta bersinergi dengan pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari kemiskinan hingga sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Bupati Kupang, Yosef Lede, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muscab merupakan forum strategis yang tidak hanya membahas konsolidasi organisasi, tetapi juga menentukan arah kebijakan dan program kerja partai ke depan.

“Keputusan-keputusan politik yang lahir dari forum seperti ini memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional. Karena itu, proses politik harus menjadi ruang pembelajaran yang sehat bagi kader dan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bobby Lyanto Siap Kibarkan Panji PNI di Seluruh Flobamorata

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah dalam membangun wilayah.

“Kami sebagai pemerintah membuka ruang kolaborasi. Kritik, masukan, dan gagasan dari partai politik sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan lebih baik dan tepat sasaran,” tambahnya.

Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi, menyampaikan bahwa Muscab menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian partai sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.

Ia mengungkapkan bahwa PKB di NTT terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi perolehan kursi legislatif maupun penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat bawah.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mengawal program pembangunan dan memastikan kehadiran PKB benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa Muscab kali ini mengedepankan musyawarah mufakat tanpa mekanisme voting, dengan penilaian berbasis dedikasi dan kinerja kader. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.