Suarantt.id, Kupang-Pemerintah pusat terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program revitalisasi sekolah.
Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 576 satuan pendidikan di NTT telah menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai sekitar Rp589 miliar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meninjau langsung pelaksanaan program tersebut dalam kunjungan kerja di Kupang pada Selasa (5/5/26).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat hasil revitalisasi tahun 2025 sekaligus kesiapan sekolah penerima bantuan tahun 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Anita Jacoba Gah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, kepala sekolah, guru, dan siswa.
Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, sehat, bersih, dan indah, serta mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bantuan revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMK, SLB hingga SKB/PKBM. Untuk tahun 2026, alokasi bantuan pendidikan di NTT mencapai ratusan miliar rupiah dan masih berpotensi bertambah, dengan sebagian sekolah telah memasuki tahap penandatanganan kerja sama (PKS).
Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pendidikan di daerahnya. Ia mengungkapkan bahwa Kota Kupang telah menerima bantuan revitalisasi untuk sejumlah sekolah, namun masih banyak kebutuhan yang belum terpenuhi.
“Pada tahun 2025, Kota Kupang mendapatkan bantuan untuk 6 SD dan 2 SMP. Sementara tahun 2026 ini, yang sudah memiliki SK sebanyak 4 SMP,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah mengajukan sebanyak 34 proposal bantuan pembangunan dan revitalisasi sekolah kepada pemerintah pusat, sebagai upaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang masih terbatas.
“Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menteri, dan beliau menyampaikan bahwa ini baru tahap pertama. Kami berharap usulan yang telah diajukan dapat menjadi perhatian pada tahap berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun berada di wilayah perkotaan, masih banyak sekolah di Kota Kupang yang mengalami kerusakan dan keterbatasan fasilitas.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Kupang juga turut mendukung melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk melengkapi pembangunan yang bersumber dari APBN.
“Contohnya di SD Inpres Naimata, bantuan APBN sebesar Rp3,1 miliar kami lengkapi dengan APBD sebesar Rp1,1 miliar, termasuk penambahan ruang kelas dan penataan lingkungan sekolah,” tambahnya.
Wali Kota menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan pendidikan di daerah.
Kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol peresmian revitalisasi sekolah.
Momentum ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di NTT. ***





