Suarantt.id, Kupang-Program Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) yang digagas oleh Pemerintah Kota Kupang membuahkan hasil menggembirakan. Dalam dua pekan pelaksanaannya di Taman Nostalgia, tercatat total transaksi mencapai Rp252 juta, menjadi bukti nyata geliat ekonomi masyarakat lewat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menyampaikan bahwa pada minggu pertama pelaksanaan, sebanyak 50 UMKM berhasil membukukan omzet sebesar Rp100 juta. Pada minggu kedua, jumlah transaksi meningkat tajam menjadi Rp152 juta. Antusiasme pelaku usaha terus bertambah, dengan lebih dari 200 UMKM yang telah mendaftar untuk ikut serta. Pemerintah Kota berkomitmen mengatur penjadwalan agar seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang adil untuk tampil.
“Program ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Kota Kupang punya potensi besar. Ke depan, kami akan menata parkir dan menyediakan sarana penunjang agar pengunjung lebih nyaman berbelanja di Sunday Market,” ujar Serena pada Jumat (4/7/25).
Ia menambahkan, meski program ini tidak menggunakan anggaran khusus, Pemkot Kupang akan mengusulkan agar kegiatan Sunday Market bisa masuk dalam pembiayaan APBD Kota Kupang. Dukungan dari berbagai pihak juga terus bertambah. Jika sebelumnya hanya didukung oleh Bank Indonesia dan BRI, kini Bank Mandiri, BNI, dan perbankan lainnya ikut bergabung mendukung keberlanjutan program.
Menariknya, Sunday Market bukan sekadar ajang jual beli. UMKM juga difasilitasi untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) langsung di lokasi. Hal ini dinilai sejalan dengan visi Wali Kota dan Wawali Kupang untuk mendorong agar setiap RT dan kelurahan memiliki UMKM resmi dengan legalitas lengkap.
“Ke depannya, UMKM juga akan diberikan pelatihan oleh Dinas Pariwisata dan dinas teknis lainnya agar kualitas dan kemasan produk mereka meningkat,” ungkap Serena.
Ia mencontohkan pendekatan kreatif seperti booth di Denpasar, Bali, yang tidak hanya menjual produk, tapi juga menampilkan cerita di balik proses pembuatan produk. Menurutnya, pendekatan ini mampu membangun keterikatan emosional dengan konsumen, sehingga produk lokal bisa lebih dihargai.
Dengan semangat kolaboratif dan pembinaan yang terus ditingkatkan, program SABOAK diharapkan menjadi lokomotif baru penggerak ekonomi rakyat dan ikon belanja akhir pekan yang menyenangkan di Kota Kupang. ***





