Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tengah tantangan pembiayaan pemerintah daerah.
Menurutnya, upaya efisiensi menjadi semakin mendesak, terutama setelah adanya kebijakan pemotongan anggaran yang diterapkan oleh Kementerian Keuangan.
“Betul, kita diminta efisiensi lagi, bahkan tahun depan. Surat dari Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan, sudah menyebutkan adanya efisiensi yang lebih ketat, kali ini sistemnya langsung dipotong sebelum dana ditransfer,” jelas Wali Kota Kupang kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya, pemotongan anggaran dilakukan setelah transfer, namun kini mekanismenya berubah, sehingga pemerintah daerah harus lebih rasional dalam pengelolaan keuangan.
Dalam menghadapi pemotongan anggaran tersebut, Christian menekankan perlunya peningkatan potensi daerah. “Kita harus melihat potensi usaha dan aset yang kita miliki. Perusahaan-perusahaan daerah dan aset harus bisa dioptimalkan untuk membangkitkan ekonomi,” ujarnya.
Wali Kota ini juga menegaskan bahwa pemerintah Kota Kupang belum berfokus pada peningkatan pajak sebagai sumber pendapatan. “Sampai hari ini, Kota Kupang belum ada peningkatan pajak. Kita mencoba cara kreatif untuk menghidupkan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui Taman Nostalgia yang sudah menjadi contoh nyata,” tuturnya.
Meski pemotongan anggaran dari pemerintah pusat belum resmi diterima, dia menyebut pihaknya sudah mengantisipasi potensi pengurangan dana dari beberapa sektor, termasuk PU dan kesehatan. “Kita memang membutuhkan banyak dukungan anggaran pusat, tetapi kita juga harus mandiri dengan memaksimalkan potensi lokal,” kata Wali Kota Kupang.
Dengan strategi efisiensi dan optimalisasi aset, Pemkot Kupang berharap bisa tetap menjalankan pembangunan dan pelayanan publik tanpa membebani masyarakat melalui peningkatan pajak secara langsung.
***





