Suarantt.id, Kupang-Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri) yang dipusatkan di Area Hypermart Bundaran PU Kupang, pada 2 hingga 4 Maret 2026.
Kegiatan ini menghadirkan layanan kas keliling terpadu dengan menyediakan 1.000 kuota penukaran uang per hari bagi masyarakat.
Dalam layanan tersebut, setiap warga dapat menukarkan uang hingga Rp5.300.000 per orang dengan paket pecahan yang telah ditentukan. Layanan dibuka mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA.
Kegiatan SERAMBI 2026 tidak hanya melibatkan Bank Indonesia, tetapi juga bersinergi dengan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA), yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara, serta Bank NTT.
Adapun jadwal layanan perbankan dibagi selama tiga hari pelaksanaan. Pada Senin (2/3), layanan dihadirkan oleh BI, BRI, dan BTN. Selasa (3/3), BI bersama Bank NTT dan Bank Mandiri. Sementara pada Rabu (4/3), layanan dilakukan oleh BI, BRI, dan BNI.
Selain layanan penukaran uang layak edar, rangkaian SERAMBI 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif untuk masyarakat. Pada hari pertama, digelar lomba mewarnai bagi siswa Sekolah Dasar (SD) yang dilaksanakan bersamaan dengan layanan kas keliling.
Kegiatan lainnya meliputi Olimpiade Ekonomi Syariah bagi siswa-siswi SMA se-Kota Kupang, Lomba Diorama Ramadan Kreasi Rupiah tingkat SMA, Edukasi Rupiah, Bazar UMKM, serta Talkshow Ramadan bertema “Rupiah Bermakna di Bulan Penuh Berkah”.
Talkshow tersebut menghadirkan narasumber dari Pengadilan Tinggi, Balai Karantina, Kementerian Imigrasi, serta Otoritas Jasa Keuangan yang memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait peran Rupiah, literasi keuangan, serta isu-isu strategis lainnya.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia bersama mitra strategis menegaskan komitmennya dalam menyediakan uang layak edar dalam jumlah yang memadai selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan. ***





