Suarantt.id, Kupang-GMIT Horeb Perumnas ditetapkan sebagai salah satu lokasi percontohan penguatan ketahanan pangan berbasis rumah ibadah di Kota Kupang melalui kegiatan penanaman anakan taman produktif yang dilaksanakan pada Senin (23/2/2026).
Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo bersama Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Prof. Akmal Malik.
Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional tahun 2026 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, dengan target utama mencapai swasembada pangan, khususnya komoditas beras. Upaya tersebut dilakukan melalui percepatan produksi, penguatan cadangan pangan, serta integrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Akmal Malik menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus merawat kerukunan sosial di tengah masyarakat.
Ia mengimbau para pengelola rumah ibadah untuk mulai memanfaatkan lahan yang tersedia dengan menanam tanaman produktif, serta menggagas lomba ketahanan pangan berbasis komunitas keagamaan. Pemerintah pusat, kata dia, akan menyiapkan penghargaan bagi rumah ibadah yang berhasil mengelola program tersebut secara berkelanjutan.
“Kegiatan menanam bersama dapat menjadi akar kerukunan. Ketika masjid dan gereja sama-sama mengelola pangan, tercipta komunikasi, diskusi, dan kolaborasi yang mempererat persaudaraan di tengah perbedaan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi atas dukungan program dari Dirjen Polpum Kemendagri dalam mendorong keterlibatan rumah ibadah pada program ketahanan pangan di daerah.
Menurutnya, rumah ibadah kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berdoa, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Ia berharap tanaman yang telah ditanam di lingkungan GMIT Horeb Perumnas dapat tumbuh subur dan menjadi simbol harapan, kerja sama, serta semangat gotong royong masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di Kota Kupang.
Sebagai catatan, berdasarkan analisis Global Food Security Index, posisi ketahanan pangan Indonesia saat ini berada di peringkat 63 dari 113 negara di dunia.





