Resmikan Gedung GMIT Tiberias TDM, Christian Widodo Ajak Gereja Bersinergi Bangun Kota Kupang

oleh -204 Dilihat
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo Resmikan Gedung GMIT Tiberias TDM pada Sabtu, 31 Oktober 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengajak seluruh elemen gereja untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun Kota Kupang, terutama melalui pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, beriman, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Christian Widodo saat menghadiri Pentahbisan dan Peresmian Rumah Ibadah, Peletakan Batu Pertama Pastori II, serta Peluncuran Buku Sejarah Jemaat GMIT Tiberias TDM di Rumah Ibadah Jemaat GMIT Tiberias TDM, Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak. Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada GMIT, khususnya Jemaat GMIT Tiberias TDM, atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan masyarakat.

Menurut Christian, pembangunan sebuah kota tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung. Pembangunan harus berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas manusia yang memiliki kecerdasan, iman, karakter, serta mampu menghargai perbedaan.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja-kerja kolaborasi GMIT, khususnya Jemaat GMIT Tiberias TDM, yang selama ini telah membantu pemerintah dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas,” ungkapnya.

Ia menegaskan, gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat. Melalui pendidikan iman, pembinaan rohani, dan keteladanan, gereja turut menanamkan nilai moral, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama.

“Jalan, jembatan, dan gedung memang penting. Tetapi kita juga harus membangun manusianya. Kita membutuhkan masyarakat yang sehat, cerdas, berkarakter, saling menghargai, dan mampu hidup dalam toleransi,” tegas Christian.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan meskipun menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.

BACA JUGA:  PS Malaka Kupang Harumkan NTT di Kancah Nasional, Gubernur Melki Beri Motivasi

Ia mencontohkan keputusan pemerintah untuk tidak melakukan pengadaan mobil dinas baru bagi dirinya maupun Wakil Wali Kota sebagai salah satu langkah penghematan. Menurutnya, efisiensi bukan berarti menghentikan pembangunan, tetapi mengatur kembali prioritas agar anggaran digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penghematan tersebut diharapkan dapat membuka ruang dukungan terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan pembangunan rumah ibadah lintas agama dan program beasiswa.

Terkait rencana pembangunan Pastori II GMIT Tiberias TDM, Christian mempersilakan pihak jemaat mengajukan proposal kepada Pemerintah Kota Kupang agar dapat dipertimbangkan dalam dukungan anggaran tahun 2027, dengan tetap memperhatikan mekanisme, ketentuan, dan kemampuan keuangan daerah.

Pada kesempatan itu, Christian juga menyampaikan proficiat atas tiga momentum penting Jemaat GMIT Tiberias TDM, yakni pentahbisan dan peresmian gedung gereja, peletakan batu pertama Pastori II, serta peluncuran buku sejarah jemaat.

Ia menilai ketiga momentum tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang yang dibangun melalui iman, doa, pengorbanan, dan kerja sama seluruh jemaat.

“Rumah ibadah ini tidak hanya dibangun dari beton, semen, pasir, dan besi, tetapi juga dibangun oleh iman, kasih, dan harapan. Hari ini kita bukan hanya meresmikan sebuah gedung, tetapi juga meresmikan rumah pengharapan, tempat mereka yang sakit dikuatkan dan yang lemah memperoleh kekuatan,” ujarnya.

Christian berharap gedung gereja tersebut terus menjadi tempat yang menghadirkan penguatan iman, membangun karakter, menanamkan nilai toleransi, serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Ia juga mengajak gereja agar tidak hanya menjadi tempat jemaat beribadah, tetapi turut menghadirkan kasih melalui tindakan nyata dan pelayanan bagi masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Kasih, yakni rumah bersama yang rukun, berkarakter, maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Laka Lena Tantang HKTI NTT Lahirkan Petani Muda dan Dorong Pertanian Berbasis Teknologi

Sementara itu, Ketua Tim Pelayanan Pentahbisan Gedung Ibadah, Musdiadi Tema, menjelaskan bahwa pembangunan gedung Gereja GMIT Tiberias TDM telah dimulai sejak tahun 2005 dan melewati perjalanan panjang sekitar 21 tahun.

Pentahbisan yang sempat tertunda akibat berbagai kendala akhirnya dapat dilaksanakan pada tahun 2026 melalui keputusan persidangan majelis jemaat.

Ia menyebut momentum tersebut sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus persembahan rumah ibadah bagi jemaat untuk bersekutu, beribadah, mendengarkan firman Tuhan, dan bertumbuh bersama dalam iman serta kasih.

Musdiadi menyampaikan terima kasih kepada Majelis Sinode GMIT, Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pemerintah Kota Kupang, seluruh jemaat, para donatur, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan berupa dana, material, maupun tenaga.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan penatua jemaat, Julius Patola, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan pelayanan Jemaat GMIT Tiberias TDM sejak 18 Mei 1997.

Ia memberikan apresiasi kepada para pendeta, pelayan, jemaat, dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam membangun kehidupan persekutuan dan pelayanan hingga terwujudnya pembangunan fisik gereja.

Julius berharap semangat kebersamaan dan dukungan seluruh pihak terus terpelihara sehingga pembangunan Jemaat GMIT Tiberias TDM, khususnya Pastori II, dapat dilanjutkan hingga tuntas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Samuel B. Pandie, M.Th., M.M.; Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pendeta Ishak Batmalo, S.Th.; Ketua Majelis Jemaat GMIT Tiberias TDM, Pendeta Mercy P. Kapioru Pattikawa, S.Th.; penulis sejarah gereja, Pendeta Yulian Widodo, M.Th.; serta para pendeta, majelis jemaat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh jemaat GMIT Tiberias TDM.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kota Kupang berharap kemitraan dengan lembaga keagamaan semakin kuat sehingga pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan infrastruktur, tetapi juga melahirkan masyarakat yang beriman, berkarakter, toleran, dan peduli terhadap sesama.

BACA JUGA:  Kejari Kota Kupang Gelar Tahap II Kasus Sebastian Bokol, Keluarga Tersangka Layangkan Ancaman Laporan ke Presiden dan DPR RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.