Hangatnya Kota Kupang Menyambut Para Duta Budaya Pasifik di IPACS 2025

oleh -466 Dilihat
Gubernur NTT Sambut Para Duta Delegasi Budaya Pasific di Bandara El Tari Kupang pada Selasa, 11 Oktober 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Suasana hangat menyelimuti ruang VIP Pemda Bandara El Tari Kupang pada Selasa (11/11/2025) siang, ketika Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut kedatangan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Ribka Haluk, serta delegasi negara-negara Pasifik peserta Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025.

Kehadiran para tamu kehormatan dari Fiji, Papua Nugini, dan Kepulauan Salomon menjadi penanda dimulainya forum budaya yang mempertemukan bangsa-bangsa serumpun di kawasan Pasifik. Dengan senyum ramah dan sapaan bersahabat, Gubernur Melki Laka Lena menyambut satu per satu perwakilan negara peserta, menegaskan semangat keterbukaan dan persaudaraan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat NTT.

“NTT merasa terhormat menjadi tuan rumah IPACS 2025. Kami menyambut saudara-saudara dari negara-negara Pasifik dengan penuh kehangatan, sebagai bagian dari keluarga besar yang memiliki akar budaya serumpun,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.


Delegasi Pasifik Meramaikan IPACS 2025

Delegasi IPACS 2025 dari Negara Fiji dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Republik Fiji, Mr. Ifereimi Vasu, didampingi Pejabat Senior Industri Kreatif dan Budaya Fiji, Mrs. Sotisina Kula.
Sementara dari Kepulauan Salomon, hadir Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Mrs. Choy Lin Yim Douglas, bersama Direktur Kebudayaan, Mr. Dennis Marita.

Dari Papua Nugini, hadir Menteri Negara Pariwisata, Seni dan Budaya, Mr. Belden Norman Namah, bersama Staf Khusus Menteri, Mr. William Lappa, serta Putri Pariwisata Papua Nugini, Ms. Maryanne Torovi Hasola dan Ms. Annette Airi.

Kedatangan mereka disambut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT, serta sejumlah pejabat daerah seperti Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT Jusuf Lery Rupidara, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT Prisila Q. Parera, Kepala Biro Pemerintahan Doris A. Rihi, dan Inspektur Daerah Stefanus F. Hala.

BACA JUGA:  Ketua Umum PNI Ajak Seluruh Kader Bersinergi Bangun Bangsa dari NTT untuk Indonesia

Kupang, Titik Temu Budaya Nusantara dan Pasifik

Forum Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) merupakan inisiatif Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk mempertemukan para pemimpin budaya, seniman, akademisi, dan komunitas dari berbagai negara di kawasan Pasifik. Tahun ini, Kupang menjadi tuan rumah pelaksanaan IPACS dengan tema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom”, yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 November 2025.

Forum ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya, tetapi juga wujud nyata diplomasi antarnegara melalui kebudayaan. Di tengah dinamika global, IPACS hadir untuk menegaskan bahwa budaya adalah jembatan yang memperkuat solidaritas dan pembangunan berkelanjutan.

“IPACS adalah ruang bagi kita untuk saling belajar, memahami, dan menghargai satu sama lain. Budaya adalah bahasa universal yang menghubungkan masyarakat di seluruh kepulauan Pasifik,” ujar Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, sesaat setelah tiba di Kupang.


NTT di Panggung Dunia

Bagi Nusa Tenggara Timur, penyelenggaraan IPACS 2025 menjadi momentum bersejarah. Provinsi yang dikenal kaya akan tenun, musik sasando, dan tradisi maritim ini kini tampil sebagai panggung diplomasi budaya internasional.

Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Kupang siap menjadi gerbang pertemuan budaya lintas bangsa.

“Kehadiran saudara-saudara kita dari Fiji, Papua Nugini, dan Kepulauan Salomon menunjukkan bahwa NTT bukan hanya bagian dari Indonesia Timur, tetapi juga bagian penting dari keluarga besar Pasifik,” tutur Gubernur Melki.

Sambutan hangat di Bandara El Tari menjadi simbol awal dari perayaan besar yang akan berlangsung selama tiga hari di berbagai titik di Kota Kupang. Di bawah langit timur Indonesia, Kupang benar-benar menjadi panggung persaudaraan dan sinergi budaya Nusantara-Pasifik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.