Mahasiswa UGM dan Undana Terjun ke NTT, KKN Fokus  Ketahanan Pangan dan Tangani Stunting

oleh -1465 Dilihat
Gubernur NTT Terima Audiensi dengan Pihak UGM dan Undana Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi dari Koordinator Wilayah (Korwil) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di NTT serta jajaran Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) NTT, Rabu (25/6) di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan ini, turut hadir sejumlah pejabat Pemprov NTT, di antaranya Kepala Dinas PUPR, Benyamin Nahak; Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Joaz Bily Oemboe Wanda; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Sulastri Rasyid; serta Kepala Biro Pemerintahan Setda NTT, Doris Rihi.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Topik utama yang dibahas adalah sinergi program pengabdian masyarakat UGM di NTT, khususnya melalui KKN tematik, serta peran strategis alumni UGM dalam mendukung pembangunan daerah.

Salah satu Korwil KKN UGM di NTT, Prof. Dr. Ragil Widyorini menjelaskan bahwa program KKN tahun ini merupakan kolaborasi antara UGM dan Universitas Nusa Cendana (Undana). Lebih dari 200 mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai kabupaten di NTT untuk melaksanakan KKN selama 50 hari.

“Fokus tematik KKN kali ini mencakup isu-isu prioritas seperti ketahanan pangan, pendidikan anak, mitigasi stunting, dan penguatan ekonomi kreatif lokal,” ungkap Prof. Ragil. Ia juga menambahkan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi, bahkan sebagian besar membiayai sendiri keikutsertaannya dalam KKN di NTT.

Ketua Pengda Kagama NTT, Robert Fanggidae, menyatakan bahwa pihaknya siap menjadi penghubung aktif antara alumni UGM, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kami ingin memastikan kontribusi alumni tidak hanya bersifat simbolik, tapi hadir nyata dalam setiap aksi pembangunan di NTT,” tegas Robert.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan UGM. Ia menilai, kehadiran mahasiswa dalam program pengabdian di NTT sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menekankan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan kalangan akademisi.

“Saya berharap, program KKN ini dapat mendukung berbagai prioritas pembangunan kami, terutama dalam penanganan stunting, pengembangan UMKM desa melalui One Village One Product (OVOP), hingga penguatan sosial budaya,” ujar Gubernur Melki.

Selain Prof. Ragil, turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah dosen pendamping lapangan KKN UGM, antara lain Muhammad Sulaiman (Koordinator Unit Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana UGM), serta Dr. Priyaji Agung Pambudi, (Koordinator Penjaminan Mutu dan Humas Sekolah Pascasarjana UGM).

Pertemuan ini menandai komitmen bersama antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi nasional untuk membangun NTT melalui kolaborasi nyata dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.