Pemprov NTT Dukung Penyelenggaraan Indonesia-Pacific Cultural Synergy 2025 di Kupang

oleh -484 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Pimpinan SKPD Berikan Cenderamata kepada Direktur Diplomasi Kebudayaan pada Minggu, 26 Oktober 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) yang akan digelar di Kupang pada 11–13 November 2025 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menerima audiensi tim Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Minggu (26/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, tim Kementerian Kebudayaan RI juga secara resmi meminta kesediaan Gubernur NTT untuk menjadi salah satu pembicara utama pada acara puncak IPACS 2025.

Rombongan Kementerian Kebudayaan RI dipimpin oleh Direktur Diplomasi Kebudayaan, Raden Usman Effendi, didampingi Pelaksana Harian Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Khanifudin Malik, serta jajaran pejabat teknis, termasuk Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT, Haris Budiharto, dan beberapa staf serta konsultan IPACS.

Sementara dari pihak Pemerintah Provinsi NTT, Gubernur Melki didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Perhubungan, Mahidin Sibarani, Kepala Dinas Kominfo, Frederik Koenunu, Inspektur Provinsi NTT, Stefanus Halla, serta Kepala Bidang Kebudayaan, Eldisius Angi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan dukungan maksimal agar kegiatan IPACS berjalan sukses.

“Teknisnya nanti kita bikin tim juga supaya kami bisa mempersiapkan semua. Intinya, provinsi siap mendukung kegiatan ini dengan baik, tentu dengan kemampuan yang kami miliki. Kurang lebihnya nanti teman-teman dari Jakarta bantu support. Jika mengalami satu dua kendala, kami akan sampaikan ke pusat,” ujar Melki.

Ia menambahkan, IPACS merupakan momentum penting bagi NTT untuk menegaskan posisi strategisnya sebagai pintu gerbang Indonesia menuju kawasan Pasifik.

“Kegiatan ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga cara kita menunjukkan kesiapan NTT menjadi jendela peradaban Melanesia di Asia Pasifik,” tegasnya.

Melki juga menilai IPACS menjadi wadah yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya, pariwisata, dan produk ekonomi kreatif NTT kepada dunia.

“Kami ingin agar festival ini menjadi momentum untuk mempromosikan keindahan alam, kuliner, serta produk-produk kreatif Flobamorata. Dunia harus tahu bahwa NTT tidak hanya kaya budaya, tapi juga punya potensi besar di bidang pariwisata dan ekonomi lokal,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Diplomasi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Raden Usman Effendi, menjelaskan bahwa pelaksanaan IPACS di Kupang merupakan bentuk diplomasi kebudayaan Indonesia di tingkat internasional, yang berfokus pada penguatan jejaring antarnegara Pasifik dan Asia Tenggara.

“IPACS adalah bagian dari diplomasi halus (soft diplomacy) Indonesia yang memperkuat jejaring budaya, dialog antarbangsa, serta mempertegas kontribusi Indonesia dalam agenda pembangunan global pasca-2030,” ujarnya.

Kegiatan IPACS 2025 akan diawali dengan residensi budaya selama satu minggu pada 3–10 November 2025 di Kupang. Residensi ini menghadirkan tiga praktisi budaya dari berbagai negara Pasifik untuk mempelajari kerajinan bambu, musik, dan tari tradisional di NTT sebelum menampilkan karya mereka pada acara puncak.

BACA JUGA:  Kunjungi Ngada, Gubernur NTT Dorong Kesehatan Merata dan Pengembangan Ekonomi Desa Lewat OVOP

Menurut data dari Ditjen Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kemenbud RI, sebanyak 17 negara Pasifik-Oseania telah diundang dalam IPACS 2025, termasuk Fiji, Papua Nugini, Vanuatu, Tonga, Samoa, Kaledonia Baru, hingga Timor Leste. Dari jumlah tersebut, 10 negara telah mengonfirmasi kehadiran, dan lima di antaranya menyatakan akan mengirimkan langsung Menteri Kebudayaan masing-masing.

IPACS 2025 mengusung misi besar untuk memperkuat Culture 2030 Goal, mendorong diplomasi inklusif regional, serta menegaskan peran budaya dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan pelestarian warisan budaya.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTT, diharapkan pelaksanaan IPACS 2025 di Kupang menjadi momentum bersejarah yang menempatkan NTT dan Indonesia sebagai pusat dialog dan kolaborasi budaya di kawasan Asia-Pasifik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.