Dari Teater ke Layar Lebar, Pemkot Kupang Dukung Karya Seni Berbasis Kearifan Lokal

oleh -65 Dilihat
Wawali Kupang Beraudiensi dengan Pengurus Sanggar Teater SATU Timor di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang pada Rabu, 26 April 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan seni budaya lokal.

Hal ini terlihat dalam audiensi antara Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, dengan pengurus Sanggar Teater SATU Timor yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Rabu (29/4/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku seni, khususnya dalam pengembangan teater dan perfilman berbasis kearifan lokal. Hadir dalam audiensi itu Ketua Sanggar Teater SATU Timor, Deky Seo, bersama sejumlah anggota, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Gheta.

Dalam kesempatan itu, Deky Seo memaparkan berbagai inisiatif yang telah dijalankan komunitasnya secara mandiri. Salah satu program unggulan adalah “teater masuk sekolah” yang menyasar siswa tingkat SD dan SMP sebagai upaya pembinaan generasi muda melalui seni sekaligus penguatan pendidikan karakter.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama lebih dari 30 tahun berkarya, Sanggar Teater SATU Timor telah membina ribuan anggota tanpa dukungan anggaran pemerintah. Selain aktif dalam pementasan teater, komunitas ini juga terlibat dalam produksi film nasional, termasuk film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara, serta tengah mengembangkan film mandiri berbasis budaya lokal.

Salah satu rencana yang sedang disiapkan adalah produksi film bertema budaya Helong berjudul Baung Sipeniuk Kleumpola. Film ini akan mengambil lokasi syuting di wilayah Kolhua dan diharapkan mampu menjadi media pelestarian budaya sekaligus promosi identitas masyarakat Kupang di kancah nasional hingga internasional melalui berbagai festival film.

Selain itu, para seniman juga mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk menginisiasi Pesta Budaya Helong sebagai langkah konkret menjaga eksistensi budaya lokal di tengah arus modernisasi. Mereka juga mengusulkan adanya ruang dialog rutin serta dukungan kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada pelaku seni.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas dedikasi para seniman dalam mengembangkan seni budaya daerah.

Dia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan komunitas seni sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis budaya.

“Pemerintah Kota Kupang sangat terbuka untuk berkolaborasi. Apa yang sudah dilakukan para seniman ini menjadi kekuatan besar dalam membangun identitas budaya daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah program strategis, salah satunya Sunset Cinema yang direncanakan diluncurkan tahun ini sebagai ruang apresiasi bagi karya film lokal. Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekosistem perfilman di Kota Kupang.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan ruang kreatif di Taman TGP sebagai pusat aktivitas seni, mulai dari pertunjukan teater, musik, hingga berbagai ekspresi seni lainnya. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa seluruh masukan dari para seniman akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan ke depan. Ia juga mengajak seluruh komunitas seni untuk terus bersinergi dalam membangun Kota Kupang sebagai kota yang berkarakter budaya.

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, serta diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku seni demi kemajuan sektor kebudayaan di Kota Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.