Kota Kupang Jadi Tuan Rumah Diseminasi Ekosistem Kewirausahaan Iklim Indonesia Timur

oleh -89 Dilihat
Peserta Kegiatan Diseminasi Hasil Pemetaan Ekosistem Kewirausahaan Iklim di Indonesia Timur di Hotel Aston Kupang, Selasa, 12 Mei 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Kota Kupang menjadi tuan rumah pelaksanaan Diseminasi Hasil Pemetaan Ekosistem Kewirausahaan Iklim di Indonesia Timur yang digelar di Hotel Aston Kupang pada Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas kondisi, tantangan, serta peluang pengembangan kewirausahaan berbasis iklim di kawasan Indonesia Timur.

Diseminasi ini menyajikan hasil diagnosis menyeluruh terkait kondisi ekosistem kewirausahaan iklim, termasuk kesenjangan utama serta peluang strategis yang dapat dikembangkan ke depan.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi kerja sama New Energy Nexus Indonesia dengan dukungan Kemitraan Iklim dan Infrastruktur Australia-Indonesia (KINETIK), melalui rangkaian Climate Innovation Workshop dan Baseline Interview yang telah dilaksanakan di Ambon, Kupang dan Makassar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi NTT sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Jusuf Lery Rupidara, Minister-Counsellor (Economic, Investment and Infrastructure) Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Jonathan Gilbert, perwakilan KINETIK, Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, serta perwakilan perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerhati lingkungan.

Dalam sambutannya, Jusuf Lery Rupidara yang mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur NTT menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara Indonesia dan Australia melalui New Energy Nexus dan KINETIK menjadi langkah strategis dalam membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis kewirausahaan iklim di daerah.

“Pemerintah Provinsi NTT sangat mengapresiasi kerja sama ini, karena mampu mendorong penguatan kewirausahaan iklim di tingkat lokal serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil diseminasi ini diharapkan dapat menjadi referensi penting dalam perumusan kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan iklim yang terintegrasi dengan pengembangan kewirausahaan.

BACA JUGA:  Kontribusi Pemuda GMIT Kota Kupang dalam Penguatan Ekonomi Lokal melalui UMKM

Menurutnya, forum tersebut juga menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan berbagai pihak untuk membangun sinergi dan komunikasi yang lebih baik. Keterlibatan inovator daerah, UMKM, serta pelaku usaha rintisan dinilai sebagai kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Manfaat dari kegiatan ini harus dirasakan luas oleh berbagai kalangan. Para pelaku usaha dan inovator adalah motor penggerak dari proses pembangunan berkelanjutan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Minister-Counsellor Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Jonathan Gilbert, menegaskan komitmen kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Ia menjelaskan bahwa kemitraan di bidang iklim, energi terbarukan, dan infrastruktur berkelanjutan diarahkan untuk mendorong investasi, memperkuat infrastruktur, serta mendukung percepatan transisi energi di Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam ketahanan energi, solusi iklim, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan pembangunan inklusif,” ungkapnya.

Jonathan juga menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam mengidentifikasi kesenjangan dan mempercepat transisi energi. Ia menilai keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari aspek teknis seperti produksi energi atau pengurangan emisi, tetapi juga dari dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi, serta kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan diseminasi ini diharapkan mampu memperkuat kemitraan multipihak, menyelaraskan agenda kebijakan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung transisi energi yang inklusif dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.