Dinkes dan BPOM Telusuri Penyebab Puluhan Siswa SMPN 8 Kupang Jadi Korban Keracunan Program MBG

oleh -887 Dilihat
Petugas dari Dinkes dan BPOM Periksa Sampel Makanan di Laboratorium. (Foto Istimewa)

Suarantt.com, Kupang-Dugaan kasus keracunan massal kembali mengguncang Kota Kupang. Kali ini, puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kupang mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 21 Juli 2025.

Insiden ini sontak menjadi sorotan publik, mengingat program MBG digadang-gadang sebagai salah satu upaya pemerintah dalam pemenuhan gizi pelajar di Kota Kupang.

Menurut keterangan yang dihimpun dari pihak sekolah, gejala mulai dirasakan para siswa sejak malam hari. Beberapa di antaranya bahkan sudah mengeluh sakit perut dan bolak-balik ke kamar mandi sebelum berangkat ke sekolah.

“Dari rumah mereka sudah merasa tidak enak badan. Namun karena tetap datang ke sekolah, kondisi mereka justru memburuk. Ada yang muntah dan harus berkali-kali ke kamar mandi. UKS sempat menangani, tapi karena jumlahnya terlalu banyak, mereka terpaksa dibawa ke rumah sakit,” ujar Brigina, salah satu guru di SMPN 8 Kupang.

Para siswa kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat, seperti RSUD S.K. Lerik, RS Siloam Kupang, dan beberapa klinik lainnya untuk mendapatkan perawatan medis.

Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum diketahui. Pihak Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil laboratorium dari sampel makanan MBG yang dikonsumsi siswa.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Timor, Nino Sarmento, saat dikonfirmasi menyatakan belum dapat memberikan keterangan pasti. “Saya masih di luar kota dan belum tahu apakah benar keracunan itu disebabkan oleh MBG. Silakan hubungi penanggung jawab yang di Kupang,” katanya singkat melalui sambungan telepon, Selasa (22/7/2025).

Pemerintah Kota Kupang menyatakan keprihatinan atas kejadian ini dan memastikan penanganan cepat terhadap para siswa terdampak. Wali Kota Kupang juga telah menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG.

Sampai berita ini diturunkan, sejumlah siswa masih menjalani perawatan intensif. Pihak sekolah dan orang tua berharap hasil uji laboratorium segera keluar agar penyebab insiden ini dapat diketahui secara pasti dan kejadian serupa tidak terulang kembali. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.