Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi membuka Konser Merah Putih dalam rangka HUT ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-9 Yayasan Karya Musik Siloam di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (14/8/2025) sore.
Pembukaan ditandai dengan tabuhan drum oleh Gubernur Melki. Konser ini berlangsung dua hari, hingga Jumat (15/8/2025), dengan melibatkan puluhan musisi cilik yang tampil mengenakan busana merah putih bertema kemerdekaan.
“Dengan memohon berkat Tuhan yang Maha Kuasa, dan atas izin Saudara-saudari sekalian, Konser Merah Putih Yayasan Karya Musik Siloam Tahun 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka,” kata Gubernur Melki dalam sambutannya.
Dalam pidatonya, Melki menegaskan bahwa belajar musik memberikan manfaat besar bagi perkembangan anak. Ia memperkenalkan konsep 3K—Konsentrasi, Koordinasi, dan Kepercayaan Diri—yang menurutnya menjadi modal penting tidak hanya di bidang seni, tetapi juga akademik dan kehidupan sosial.
“Musik membangun karakter, melatih fokus, kerja sama mata-tangan-otak, dan menumbuhkan keberanian bereksperimen. Ini adalah investasi jangka panjang bagi pertumbuhan intelektual dan sosial anak-anak,” ujarnya.
Melki juga memberi apresiasi kepada Yayasan Karya Musik Siloam yang sejak 2016 telah membina lebih dari 1.800 siswa, melayani 110 gereja dalam pelatihan musik gerejawi, dan memberikan kursus gratis bagi penyandang disabilitas serta panti asuhan.
“Visi mencari, melatih, dan mendampingi anak-anak berbakat di NTT bukan sekadar slogan, tetapi nyata dilakukan dengan pembinaan terstruktur dan penuh kasih,” tambahnya.
Gubernur mengajak generasi muda NTT untuk terus berkarya, mencontoh musisi sukses daerah seperti Andmesh, Marion Jola, Mario Klau, dan Juan Reza. “Nikmati proses belajar, jangan takut mencoba hal baru, dan kembangkan kemampuan terbaik kalian,” pesannya.
Pendiri Yayasan Karya Musik Siloam, Micklon E. Nakmofa, dalam laporannya menceritakan perjalanan yayasan yang bermula dari garasi rumahnya di Maulafa pada 2016 dengan hanya 24 murid. Kini, yayasan tersebut menjadi salah satu pusat pengembangan musik terbesar di NTT.
Konser Merah Putih ini, lanjut Micklon, bertujuan menanamkan kesadaran bahwa kemerdekaan adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri dan dirayakan sebagai penghargaan atas perjuangan para pahlawan.
Acara tersebut turut dihadiri pimpinan TVRI, RRI, dan Institut Agama Kristen Negeri Kupang, perwakilan Sinode GMIT, para guru, pembina, dan orang tua murid. ***





