Pemkot Kupang Siap Jalankan Instruksi Mendagri, Kendalikan Inflasi Lewat Pasar Murah dan Program Pro-Rakyat

oleh -1429 Dilihat
Wali Kota Didampingi Penjabat Sekda Kota Kupang dan Forkompinda Ikut Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara hybrid melalui aplikasi Zoom Meeting pada Selasa (2/9/2025). Kegiatan tersebut diikuti dari Ruang Rapat Utama Garuda, Kantor Wali Kota Kupang.

Rapat dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dan dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia, baik gubernur, bupati, maupun wali kota bersama jajaran.

Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta mengantisipasi potensi gejolak sosial. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional periode Januari–Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, meningkat 12,16 persen dibanding tahun sebelumnya. FAO bahkan memproyeksikan produksi beras musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton, tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Meski surplus beras hingga September 2025 diperkirakan mencapai 5 juta ton, Mendagri mengingatkan hal itu tidak otomatis menjamin keterjangkauan harga di masyarakat karena masih terdapat kendala distribusi. Ia meminta kepala daerah segera mempercepat distribusi pangan, menyelesaikan hambatan administrasi, serta memastikan ketersediaan pasokan pangan strategis.

Selain inflasi, Mendagri menegaskan komitmen bersama untuk menangani persoalan sampah dalam tiga bulan ke depan. Kepala daerah juga diimbau menunda kegiatan seremonial berlebihan, menghindari gaya hidup mewah, serta menampilkan keteladanan hidup sederhana di tengah masyarakat. “Kepala daerah harus tetap fokus bekerja di wilayahnya masing-masing dan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri demi menjaga stabilitas bersama Forkopimda,” pesan Tito.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa Pemerintah Kota akan memperkuat koordinasi dengan Forkopimda, tokoh agama, dan elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif. Pemkot juga akan menghadirkan program pro-rakyat seperti pasar murah dan bantuan sosial guna memastikan keterjangkauan harga pangan.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Dorong UMKM Naik Kelas: Mulai dari NIB, Pelatihan, hingga Pengguliran Dana PEM

“Seluruh kegiatan pemerintahan akan dijalankan secara sederhana dan efisien, menjauhi pemborosan, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial,” ujar Christian Widodo. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.