Di Kupang, Program MBG ‘Makan Korban’ Puluhan Siswa SMPN 8 Kupang Dilarikan ke RS

oleh -987 Dilihat
Puluhan Siswa SMPN 8 Kupang Korban Keracunan Makanan Menjalani Pemeriksaan Insentif di UGD RS S. K. Lerik Kupang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan. Kali ini, puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kupang diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi paket makanan MBG yang dibagikan pada Senin, 21 Juli 2025.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 22 Juli 2025, saat para siswa mulai mengeluhkan sakit perut, mual, dan muntah. Puluhan siswa kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Kupang, antara lain RSUD S.K. Lerik, RS Siloam, dan RS Leona untuk mendapatkan penanganan medis.

Pantauan di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD S.K. Lerik memperlihatkan sejumlah siswa terkulai lemas. Beberapa di antaranya bahkan menangis dan menjerit karena kesakitan.

Jaki Banu, siswa kelas VII SMPN 8 Kupang, mengaku mulai merasakan sakit perut sejak pukul 12.00 WITA, tak lama setelah pulang sekolah. “Sakit perut mulai dari jam 12 siang. Malamnya tambah parah, sampai tidak bisa tidur dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi,” ujarnya saat ditemui di RS S.K. Lerik.

Jaki menyebut, makanan yang dikonsumsi pada hari sebelumnya terdiri dari nasi, rendang, sayur kacang panjang, tahu, dan pisang.

Orang tuanya, Jonathan Banu, menyatakan kekhawatirannya atas kondisi anaknya. “Kita rasa gelisah karena lihat anak begini banyak rasa sakit yang sama. Kita sebagai orang tua khawatir dengan kondisi anak kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Jordan Doko, siswa kelas VIII, mengungkapkan kejanggalan pada makanan yang mereka terima. “Di pisang dan daging itu ada ulat, dan baunya juga sudah tidak enak,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan siswa masih menjalani perawatan intensif di RS S.K. Lerik dan dua rumah sakit lainnya. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Pendidikan maupun instansi penyelenggara program MBG terkait insiden ini.

BACA JUGA:  Kota Kupang Dapat Dukungan Instalasi Pengolahan Sampah dari GIZ Jerman

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh atas kualitas dan pengawasan distribusi makanan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.***





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.