Dinas Pertanian Salurkan Bantuan Urban Farming untuk 39 Anak Stunting di Kota Kupang

oleh -1423 Dilihat
Kadis Pertanian Kota Kupang Salurkan Bantuan Benih, Pupuk Bokashi, Polibag, dan Obat-obatan kepada 39 Anak Stunting di Kantor Camat Oebobo pada Rabu, 3 Desember 2025. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting, Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Hortikultura menyalurkan bantuan benih, pupuk bokashi, polibag, dan obat-obatan pertanian kepada 39 anak stunting dan orang tua mereka. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025, melalui program Pemanfaatan Lahan/Urban Farming.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. Da Costa, didampingi Plt. Camat Oebobo, Lurah Pasir Panjang, Lurah Oebobo, serta Sekcam Oebobo.

Program ini menyasar keluarga penerima di empat kecamatan, yaitu:

  • Kecamatan Oebobo: 17 anak
  • Kecamatan Kelapa Lima: 12 anak
  • Kecamatan Kota Lama: 3 anak
  • Kecamatan Kota Raja: 7 anak

Bantuan juga menjangkau total 10 kelurahan yang menjadi target urban farming sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan pangan keluarga dan memenuhi kebutuhan gizi anak stunting melalui pemanfaatan lahan pekarangan.

Kadis Pertanian Matheus A. B. Da Costa dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk meningkatkan kemandirian pangan keluarga sekaligus memperbaiki status gizi anak-anak.

“Melalui urban farming, keluarga dapat memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran dan tanaman produktif sehingga kebutuhan gizi anak bisa dipenuhi secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga akan dibarengi dengan pendampingan teknis agar keluarga benar-benar mampu mengembangkan kebun gizi di rumah masing-masing.

Dengan dukungan lintas kecamatan dan kelurahan, Pemerintah Kota Kupang berharap upaya kolaboratif ini dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di wilayah perkotaan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.