Suarantt.id, Kupang-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (Bapenda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhoni E. Ataupah, menyoroti sejumlah pekerjaan tertunda serta capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai perlu dioptimalkan melalui pola kerja yang terukur dan inovatif.
Hal tersebut disampaikannya saat memberi sambutan pada acara serah terima jabatan pada Kamis, 26 Maret 2026. Dalam arahannya, Jhoni menegaskan empat poin penting yang menjadi fokus kerja ke depan, yakni menjaga capaian yang telah diraih, memperbaiki berbagai kekurangan, menyelesaikan pekerjaan tertunda, serta mendorong inovasi di lingkungan Bapenda.
“Keberhasilan yang sudah ada harus tetap kita jaga, karena itu merupakan legacy yang telah dibangun. Kita pastikan capaian tersebut tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai kekurangan yang masih ditemukan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, melainkan harus segera diidentifikasi dan dicarikan solusi agar ke depan dapat menjadi capaian baru yang lebih baik.
“Kekurangan yang ada harus kita optimalkan dan perbaiki, sehingga ke depan bisa berubah menjadi keberhasilan baru,” tegasnya.
Jhoni juga menyoroti sejumlah pekerjaan yang masih tertunda, termasuk beberapa kebijakan strategis yang belum terealisasi. Salah satunya berkaitan dengan pengelolaan administrasi kendaraan bermotor, khususnya persoalan kendaraan berpelat luar daerah yang hingga kini masih menjadi perhatian.
“Persoalan pelat luar NTT ini menjadi salah satu yang harus kita benahi ke depan,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia menyinggung capaian PAD NTT yang saat ini berada di kisaran Rp1,04 triliun. Menurutnya, pendekatan realistis dan bertahap lebih penting dibandingkan menetapkan target besar tanpa perhitungan yang matang.
“Saat ini kita tidak perlu langsung berbicara target besar seperti Rp2,8 triliun. Yang penting adalah bagaimana kita memaksimalkan capaian yang ada secara terukur agar terus meningkat,” jelasnya.
Untuk itu, Jhoni mendorong seluruh jajaran Bapenda agar bekerja secara sistematis dengan target kinerja yang jelas dan terukur. Ia menekankan pentingnya pemantauan rutin, termasuk hingga ke tingkat unit pelaksana teknis (UPT).
“Target kinerja harus dirumuskan dengan baik dan dipantau secara berkala, sehingga progres kerja bisa terukur dengan jelas,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan PAD. Inovasi tersebut, menurutnya, harus menjadi bagian dari kebijakan yang berkelanjutan dan terintegrasi dalam setiap lini kerja.
Tak hanya itu, Jhoni juga mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga soliditas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, serta menghindari konflik internal yang berpotensi menghambat kinerja organisasi.
“Kita kerja tidak boleh bentrok dalam menjalankan tugas. Kalau mau bentrok, silakan cari tempat lain,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, Jhoni berharap seluruh jajaran Bapenda NTT dapat bekerja maksimal dalam mendorong peningkatan PAD sekaligus memperbaiki tata kelola aset daerah secara lebih efektif dan berkelanjutan. ***





