NTT dan Kepri Perkuat Sinergi, Bahas Inflasi hingga Investasi Daerah

oleh -80 Dilihat
Gubernur NTT dan Gubernur Kepri Pose Bersama. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Tanjung Pinang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sepakat memperkuat sinergi antar daerah dalam upaya menjaga stabilitas inflasi, ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi unggulan masing-masing wilayah.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama jajaran di Gedung Daerah, Tanjungpinang pada Senin (11/5/2026).

Pertemuan ini juga menjadi bagian dari kegiatan studi banding Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT ke Provinsi Kepri.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Rony Widijarto, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dari kedua provinsi.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, Kepri dan NTT memiliki sejumlah kesamaan karakteristik sebagai daerah kepulauan yang dapat menjadi dasar kuat untuk membangun kerja sama konkret ke depan.

“Dengan berbagai kesamaan yang dimiliki, kita bisa saling bertukar pengalaman, kelebihan dan kekurangan untuk membangun kerja sama yang lebih nyata,” ujarnya.

Melki menjelaskan, kondisi ekonomi NTT saat ini relatif stabil. Tingkat inflasi masih berada di bawah tiga persen dan masuk kategori aman sesuai indikator nasional.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,14 persen dan meningkat menjadi 5,32 persen pada triwulan I tahun 2026.

Menurutnya, Kota Kupang dan Kabupaten Manggarai Barat menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi di NTT. Namun demikian, pemerintah terus mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan baru di seluruh kabupaten dan kota.

“Kami ingin setiap daerah berkembang sesuai potensi masing-masing, tidak harus sama. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pesta Rakyat Syukuran Pelantikan Gubernur dan Wagub NTT Berlangsung Meriah dan Penuh Semangat Kebersamaan

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, akan terus mengoptimalkan potensi unggulan daerah guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan berbagai potensi strategis daerahnya, terutama di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan investasi.

Ia menyebutkan, wilayah laut Kepri mencapai 417 ribu kilometer persegi dengan potensi perikanan tangkap hingga 1,3 juta ton. Selain itu, Kepri juga memiliki kawasan konservasi perikanan budidaya seluas 2,9 juta hektare.

Di sektor pariwisata, Kepri menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara di Indonesia, bersama Bali dan DKI Jakarta. Kawasan Lagoi di Kabupaten Bintan menjadi salah satu destinasi unggulan yang terus dikembangkan.

Kepri juga mengembangkan konsep cross border tourism bersama negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta mengembangkan wisata halal di Pulau Penyengat yang telah meraih penghargaan nasional.

Pada sektor investasi, Ansar menyoroti keberadaan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti KEK Galang Batang dengan investasi mencapai Rp21 triliun hingga akhir 2024, serta KEK Batam Nongsa Digital Park yang berkembang sebagai pusat teknologi informasi dan kecerdasan buatan.

“Di kawasan ini juga terdapat pusat data Indonesia yang menjadi penghubung dengan pasar global,” ungkapnya.

Ansar menambahkan, stabilitas ekonomi Kepri juga terus terjaga. Inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 3,06 persen, sementara pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 mencapai 7,04 persen secara tahunan.

Selain itu, angka kemiskinan di Kepri juga menurun menjadi 4,26 persen pada September 2025, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 80,53, tertinggi di luar Pulau Jawa.

Dengan berbagai capaian tersebut, kedua provinsi berharap kerja sama yang terjalin dapat memperkuat kapasitas daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.